Dari SD, ada ketentuan mutlak tentang perkalian, klu
- x – = +
- x + = -
+ x – = -
+ x + = +
Pernah gak sih kebayang apa artinya ??? bagaimana klu direpresentasikan seperti ini :
- x – = + , menyalahkan yang salah adalah benar
- x + = – , menyalahkan yang benar adalah salah
+ x – = – , membenarkan yang salah adalah salah
+ x + = + , membenarkan yang benar adalah benar
Well …
belum pernah terpikir kalimat-kalimat itu sebelumnya…
salam kenal yah
Comment by Wijoyo Simanjuntak — July 29, 2008 @ 2:19 pm
bisa yah dibuat seperti itu. maksudnya angaka positive kalo negative yah
kalo kata guru ku
)
- x – = +
dua orang negative kalo bertemu hasilnya positive (ngerti kan
Comment by BayuHebat — July 29, 2008 @ 2:43 pm
wah nampak seperti logika yang rumit
Comment by deniar — July 29, 2008 @ 5:02 pm
analoginya keren…
Comment by acha — July 29, 2008 @ 10:56 pm
Masalahnya, dunia nyata tidak bipolar macam itu. Membenarkan yang benar tidak jadi benar jika kita membenarkan bukan dengan tujuan yang benar. Menyalahkan yang salah tidak jadi benar jika alternatif yang kita berikan tidak lebih benar, atau juga jika alasan menyalahkan itu tidak dengan tujuan yang benar. Hihi
. Hush.
Comment by Koen — July 30, 2008 @ 3:22 am
well..
memang seharusnya begitu ven…..
Comment by afwan auliyar — July 30, 2008 @ 4:37 am
Wah, bisa berhubungan dengan logika matematika. mantaph!
Comment by DensS cessario — July 30, 2008 @ 5:22 am
@Wijoyo Simanjuntak
Salam kenal juga. *
@BayuHebat
@deniar
@acha
@Koen
@afwan auliyar
@DensS cessario
Sempet terkesima juga pas pertama kali denger tentang kaitan perkalian ini dengan representasinya. Semoga bisa menjadi bahan intropeksi diri sy. *
*trims to all dah berkunjung
Comment by yuniara — July 31, 2008 @ 1:24 pm
Wahh akhirnya setelah lama ditunggu.hadir juga postingan terbaru.kemana aja teh ven?
MMmm komentar ni…
tergantung dari apa arti kata dari “membenarkan”
kalo versi aku:
membenarkan berarti menjadikan benar akan sesuatu (dari yang dulu salah menjadi benar)
membenarkan tidak berarti pembenaran,atau tidak berarti juga dukungan/persetujuan akan sesuatu
contoh:
untuk yang + x – = – ,aku pikir situasinya gak selalu seperti itu.membenarkan yang salah itu menurutku gak selalu salah.bahkan di area tertentu malah wajib.
Logika saya,Gimana mungkin hati kita tidak tergerak untuk membenarkan/meluruskan sesuatu yang gak benar/gak lurus.malah nabi berkata kalau kita wajib untuk membenarkan sesuatu yang gak pada tempatnya.
trus untuk “menyalahkan yang benar = salah” ,ini juga gak bisa berlaku untuk semua kasus.
contoh:
kebenaran itu sifatnya jelas nisbi.gak ada kebenaran mutlak kecuali dari Allah SWT.1 + 1 = 2,betulkah?belum tentu.liat situasinya dulu.bisa jadi menyalahkan kebenaran bisa disebut benar juga untuk kasus2 tertentu.
Jadi konklusinya,semua tergantung pada apa dan dimana analogi ini akan dipake.
Comment by Ditya Rizky Yudistira — August 2, 2008 @ 3:00 am
@Ditya Rizky Yudistira
Trims atas pendapatnya.
Yang penting bagi saya cari kebenaran.. bukan pembenaran …
Comment by yuniara — August 3, 2008 @ 11:53 am
hmm… bener juga yah… heu…
baru kepikiran…
Comment by bakazero — August 7, 2008 @ 7:00 pm
Xixixi, representasi yang memudahkan dan menarik…
Modal buat ngajarin anak2 kecil. Terkadang menyerap ilmu lebih mudah dari menyampaikannya… Nice post
Comment by riza — September 11, 2008 @ 6:39 am
Allah SWT sudah berikan qt segala potensi, baik aqli, jasad, maupun ruh untuk bisa memahami hikmah, sehingga Insya’Allah bisa membuat kita semakin mendekat kepada-Nya. Amin.
“Selangkah ku kepada-Mu, seribu langkah Kau datang kepadaku”
Comment by yuniara — September 11, 2008 @ 10:28 am