Bolak-balik depan tipi, sambil nyiapin pendaftaran sidang [lha.. ini nyiapin sidang ato nonton tipi ya ???
].
Duduk bentar, dengerin Kultum bertemakan Sungai dan Laut, yang isinya lebih kurang seperti ini :
Laut dan Sungai tidak pernah saling mempengaruhi dalam hal rasa. Laut tetap dengan asinnya dan sungai tetap dengan tawarnya. Para pakar telah menelaah mengapa ketawaran sungai tetap dapat dipertahankan, walaupun sungai berjumlah lebih sedikit daripada lautan, dan walaupun sungai mengalir menuju lautan. Hal ini diantaranya disebabkan sungai terletak di daerah yang lebih tinggi daripada laut.
Selain itu, Sungai, jika kita meminum airnya, maka yang kita dapatkan adalah kesegaran. Sedangkan laut, jika kita meminum airnya maka yang kita dapatkan adalah rasa yang semakin haus.
Dalam hal ini, Sungai ibaratnya adalah mukmin dan laut ibaratnya adalah kafirun. Sungai, walaupun sedikit,tetapi ia merasa puas [baca : bersyukur], sedangkan Laut, walaupun lebih luas, tetapi ia tidak pernah merasa puas [baca : tidak bersyukur]. Sungai mampu memisahkan diri dari lautan, itulah seorang mukmin harus mampu memisahkan diri dari kafirun dan dari segala sesuatu yang mengatur diri seorang mukmin yang berasal dari kafirun.
Mukmin yang ingin mencapai pulau harapan harus melewati lautan yang penuh dengan gelombang dan riak-riak berbahaya, oleh karena itu yang diperlukannya adalah perahu yang kuat. Perahu ibarat iman, iman yang kuat, kokoh, tidak terpengaruh oleh selain yang diimaninya, akan mampu menghantarkan penumpangnya ke pulau harapan itu.
Semoga di bulan Ramadhan ini, kita mendapatkan kemenangan, membuang hal-hal di diri dan menjauhi apapun yang bisa merusak iman. Tak terpengaruh oleh segala apapun yang dapat merusak iman, meski bertempat tinggal di tempat yang masih penuh dengan godaan iman. Ini ibarat ikan di lautan yang tidak ikut asin, walaupun lautan telah menjadi habitatnya.
Semoga Allah SWT berikan kepada kita kemenangan, seperti Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin di Perang Badar.
—
Duhai Rabb, Alhamdulillah, Engkau telah sampaikan aku kepada Bulan Maghfiroh
Bulan yang di dalamnya Segala limpahan rahmat dan ampunan-Mu tercurah melimpah menaungi hamba-Mu yang bertaqwa dan bertaubat
Ya Allah, Engkau buka lebar pintu-pintu syurga Mu
maka, bukakanlah pintu itu selamanya bagi kami
Ya Allah, Engkau tutup rapat pintu-pintu neraka Mu
maka, tutuplah pintu itu selamanya bagi kami
Duhai Rabb,
apakah kami sudah penuh harap dalam mengarungi samudera kehidupan ini
mengarungi lautan yang penuh dengan gelombang ujian
dengan perahu agar berhasil kami menuju ke pulau harapan, syurga Mu ?
dan apakah kami juga sudah penuh dengan kekhawatiran kalau-kalau perahu kami terbalik dan
kami pun gagal ke pulau harapan itu, atau ada salah satu di antara kami sajakah yang jatuh ?
Harap dan khawatir ini, sudahkah membalur pada keimanan ku pada Mu , Duhai Rabb Semesta Alam
Apakah aku sudah dengan benar mempersiapkan apapun yang perlu dipersiapkan untuk mendaftar dan melakukan SIDANG di hadapan-Mu, ya Allah
Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala fitnah
Bukakanlah hati kami agar kami selalu berjalan di jalan yang Engkau sukai
agar kami senantiasa memurnikan ketaatan hanya kepada-Mu
Sesungguhnya hanya kepada Mu lah kami berlindung dan memohon pertolongan
Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Engkaulah sebaik-baik Penolong
Engkau suka mengampuni, maka ampunilah kami, Ya Allah. Amin…