topologi

November 9, 2008

Review My Blog Please…

Filed under: Common — yuniara @ 7:54 pm

Pengen nanyak langsung nih ma temen2 bloggers, tolong temen2 berikan pendapat/komentar temen2 semua mengenai blog saya yuniara.wordpress.com. Terserah mau dilihat dari sudut pandang mana (content, design, photo..*halah) dari kaca mata mana, n berapa kaca mata yang dipake juga boleh *halah…. Semoga nantinya bisa menjadikan blog ini lebih baik. Komentar harap diberikan dengan bahasa Indonesia yang jelas, lugas, dan jujur. Huruf Times New Roman, A4, Spasi 1..[me : *hentikan... ke-ngawuran-ini].

Kembali ke ke-serius-an. Yups, dibuka lebar2 space untuk komentar anda. terima kasih banyak…

November 8, 2008

Friendship

Filed under: Common — yuniara @ 7:56 am

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan nengDJ di http://nengdj.blogspot.com/2008/11/pernahkah-kamu-mengalami-sebuah.html , where this content is filed in “friendship“.

Penasaran sebenarnya apa sih arti friendship. Klu secara bahasa friendship dapat diterjemahkan dalam Bhs Indonesia, yaitu persahabatan.

Dalam Wikipedia [http://en.wikipedia.org/wiki/Friendship] , dikatakan friendship, jika memiliki value sbb :

1. Kecenderungan untuk menginginkan yang terbaik bagi orang lain.

2. Simpati dan Empati.

3. Kejujuran, walau mungkin terkadang sulit untuk mengatakan yang benar.

4. Saling memahami satu sama lain.

Di luar pengertian itu semua, saya ingin memaknai friendship seperti ini : mendekati bukan karena kelebihan yang dimilikinya atau kondisinya yang sedang senang, tidak berpikir untuk menjauhinya karena kekurangannya atau kondisinya yang sedang sedih. Yg ada adalah pengertian, empati, dan pemahaman terhadap dia dan kondisinya. Adapun muncul rasa benci, bukan benci karena dirinya, tapi karena sifat buruk nya, dan berusaha untuk membantu dia menyingkirkan sifat buruk itu, membantu dia menggali sifat baiknya, walau apapun sikap dia nantinya terhadap niat baik ini. Tidak mendiamkan ketika si teman bersikap lain dari pada biasanya, apalagi sampai “gosipin” dia. Tetap professional, maksudnya adalah ketika si teman berbuat salah, dia tetap harus diluruskan, ketika kita mendiamkan kesalahan itu, maka kita sudah menjadi teman yang paling jahat.

Tetapi dalam kenyataannya tidak se-ideal itu. walau niat itu muncul di diri, tapi belum tentu kita mendapat perlakuan yang sama. Of Course, niat baik tidaklah mengharapkan balasan serupa dari manusia, tapi biar Allah SWT yang menentukan.

Saya pernah melihat teman saya yang menjauhi diri dari kelompoknya [baca : teman2 yang biasa akrab dengan dia]. Setelah saya tanya, ada apa dengan kondisi yang tidak biasa itu kepada mereka, mereka menjawab bahwa si teman itu merasa tidak berguna daripada yang lain ketika mengerjakan tugas kelompok. Hmm..minder bisa menyebabkan kita jauh dari teman/sahabat kita. Sy rasa sebagai teman baik, kita tidak perlu ikut2 menjauhi dia, karena yang terjadi adalah hubungan yang semakin jauh. Dalam menanggapi sikap teman yang seperti ini, diperlukan keberanian diri untuk membuang rasa segan (apalagi takut) untuk berusaha mendekatinya kembali, menanyakan ada apa gerangan dari sikap abnormal teman tersebut, sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan jelas dan tidak terjadi salah paham yang berkelanjutan. Dan pertanyaannya adalah BUAT APA SEGAN, BUKANKAH DIA TEMAN/SAHABAT KITA ?

Inilah yang sering saya lihat dan mungkin saya alami sendiri, terkadang kita TAKUT untuk PEDULI terhadap TEMAN/SAHABAT kita sendiri, padahal dikala teman/sahabat kita itu senang, kita yakin bahwa SAYA ADALAH TEMAN MU, tetapi KEMANA ketika teman kita itu sedih. Ada yang menarik berhubungan dengan hal ini :

Dari http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071108231924AAiLYxd.

September 21, 2008

Asyik pulang kampung …

Filed under: Common — yuniara @ 3:41 pm

Mudik..mudik.. trek..dung…trek…dung…

Suatu budaya yang terjadi ketika puasa Ramadhan hampir berakhir dan menjelang 1 Syawal.

Antrian loket bis, kereta api, pesawat, kapal tak hentinya dikerumuni oleh orang-orang yang ngebet untuk bertemu dengan keluarga tercinta, walau harga tiket membuat orang harus merogoh saku-nya dalam-dalam.

Persiapan di sana-sini, oleh-oleh, baju baru, sepatu baru, tas baru, buku baru [lah .. kayak persiapan sekolah aje.. he..he..] dah dilakukan dengan mantap dan penuh kehati-hatian [jangan sampe oleh-oleh ketinggalan :D ].

Memang segala sesuatu harus dipersiapkan dengan teratur, terencana, dan mantap agar sesuatu itu dapat dilakukan dengan lebih optimal. Sungguh persiapan yang sangat melelahkan sekaligus menggembirakan.

Pindah tempat di bumi ini seperti ini sudah sangat membuat qt bahagia karena akan bertemu dengan yang dicintai.

Bagaimana kalau akan pulang ke kampung abadi yach… Hmmm.. pasti persiapan akan lebih dilakukan dengan sangat mantap dan luar biasa, karena pulang ke kampung abadi tentu ada dua kampung, yaitu kampung neraka [na'udzubillah] dan kampung syurga [Amin]. Seperti halnya klu mudik, tentu kendaraan dan rute yang dilewati pun bervariasi. Begitu pula setiap kampung abadi memiliki kendaraan dan rute yang berbeda pula. Tinggal qt yang memilih. Klu mau mudik ke kampung neraka bisa naik kendaraan syaithon [dari golongan jin dan manusia] dan melewati rute maksiat. Tapi klu mau ke kampung syurga, bisa naik kendaraan ibadah dan rute amal saleh dan berpetakan Qur’an dan Sunnah. Semua ada loketnya sendiri-sendiri [Rp 0,-], tinggal penumpangnya yang memilih.

Semoga qt termasuk penumpang kendaraan ibadah,rute amal saleh dan berpetakan Qur’an dan Sunnah, biar bisa ketemu Allah SWT. Amin.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Q.S Al Baqarah : 256

Ketika Cinta Harus Memilih

Filed under: Common — yuniara @ 2:58 pm

Sering kali dalam hidup qt terbentur dengan pilihan-pilihan yang baik-baik, baik-buruk, buruk-baik, atau buruk-buruk. Yang pertama [baik-baik] juga tetap membutuhkan keputusan qt untuk memilih, yang kedua [baik-buruk] dan ketiga [buruk-baik] pada awalnya sudah jelas bagi qt harus memilih yang mana, tanpa ada suatu keraguan sedikitpun [tentu yang baik -lah yang dipilih], kalau yang terakhir [buruk-buruk] sudah seharusnya pada awalnya qt tidak perlu berpikir dua kali [bahkan setengah kali, apalagi seperempat kali-pun tidak perlu] mana yang harus dipilih, karena pada dasarnya pilihan-pilihan itu tidak patut dipilih. Tapi apakah hal itu benar-benar yang baik atau buruk bagi qt?

Terkadang yang sulit bagi qt adalah ketika ada unsur “baik” dalam pilihan-pilihan itu. Mana yang harus dipilih ?

Memilih berarti qt menaruh cinta dan harap terhadap dan dari pilihan itu. Dan ketika telah memilih, terkadang ternyata di kemudian hari baru disadari dan tersadari bahwa pilihan itu salah!!! Dan akhirnya harapan semula hanya meninggalkan kecewa dan penyesalan.

Lalu, harus bagaimana ?

Qt yang pada akhirnya harus memilih adalah hasil kerja keras mesin-mesin canggih ciptaan Allah SWT yang ada di dalam kepala kita. Hasil pemikiran yang merupakan salah satu potensi pada diri qt yang masih diberi kesempatan [baca : masih bernyawa], yang dalam prosesnya digunakanlah bahan-bahan berupa pengetahuan, kepercayaan, keyakinan, prasangka, emosi, nafsu dan hal-hal yang ada di serat-serat neuron di sana.

Namun, ketika keputusan memilih disandarkan, diselaraskan, disamakan dengan apa-apa yang diinginkan dan disukai oleh Allah SWT, tentu keputusan memilih tidaklah menjadikan pada pilihan yang salah, tetapi pada pilihan yang benar. Karena pilihan yang terbaik menurut manusia belum tentu yang terbaik menurut Allah SWT, begitu juga pilihan yang buruk menurut manusia belum tentu buruk menurut Allah SWT.

Ketika cinta harus memilih, maka tentu cinta akan memilih kepada yang maslahat [yang baik], dan mengharapkannya kepada Yang Maha Sempurna. Dan tentu cinta akan memilih pada Allah SWT, Dzat Yang Maha Sempurna. Keputusan memilih bukanlah berdasarkan prasangka belaka tetapi benar2 harus dilandasi pada yang Allah SWT sukai dan keputusan Allah SWT -lah yang terbaik untuk yang diciptakan-Nya [makhluk-Nya]. Karena Pencipta tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh makhluk-Nya.

Bukan pada keinginan, tapi kebutuhan. Dan kebutuhan setiap di antara qt hanya Allah SWT yang mengetahui. Memilih pada apa2 yang didasarkan pada yang disukai Allah SWT, tentu akan membawa qt kepada kebahagiaan sejati.

Cinta sejati adalah kecintaan melebihi cinta kepada diri sendiri, harta, dan jiwa, karena cinta sejati adalah milik Allah SWT.

Semoga qt menjadi hamba Allah SWT yang memiliki cinta sejati dan melakukan segala sesuatu tidak berdasarkan prasangka tetapi sesuai dengan apa yang Allah SWT sukai dan Rasulullah contohkan.

September 17, 2008

Introspection, Just forward a post from Hafiz Ayaz Ali Qureshi

Filed under: Common — yuniara @ 4:44 pm

Funny how a $100 ‘looks’ so big when taken to mosque, but  
so small when taken to the mall. 


           Funny how long it takes to pray ‘TARAWEEH’ for an hour,  
but how quickly a team plays 90 minutes of soccer.


           Funny how long a couple of hours spent at the mosque  
seem, but how short they are when watching a movie.

           Funny how people can’t think of a ‘DUA’ to say when they  
pray, but don’t have difficulty thinking of things to talk about to a  
friend.

           Funny how people get thrilled when a football game goes  
into extra time, but complain when a ‘KHUTBAH’ is longer than the  
regular time.

           Funny how hard it is to read an ‘AIATH’ in the holy  
Quran, but how easy it is to read 100 pages of a best selling novel.

           Funny how people want to get a front seat at any game or  
concert, but scramble to sit in the back of a mosque.

           Funny how hard it is for people to learn the simple  
shariah, well enough to tell others, but how simple it is for the  
same people to understand and repeat gossip.

           Funny how people believe what the newspaper says, but  
question what is written in the Quran.

           Funny how everyone wants to go to heaven provided they do  
not have to believe, think, say or do anything.

           Funny how you can send a thousand ‘jokes’ through e-mail  
and they spread like wildfire, but when you start sending messages  
regarding Allah, people think twice about sharing.

September 12, 2008

Kelezatan yang luar biasa

Filed under: Common — yuniara @ 5:26 pm

Suatu saat si Hati bercerita seperti ini :

Puasa ini …

Sungguh berarti bagiku

Kalau tahun-tahun sebelumnya mungkin aku melaksanakannya hanya karena memang sudah waktunya puasa Ramadhan,
kulewati begitu saja tanpa arti, hambar, biasa saja … netral, tak berkesan. Hanya disibukkan dengan rutinitas
sahur, berbuka, tarawih, bersantai ria, baca Qur’an, tanpa ada makna di dalamnya.

Tapi, tidak puasa kali ini.. ada suatu cita rasa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, begitu lezat,
mewah, dan rutinitas pun menjadi sangat berharga.

Sungguh menguras potensi aqli untuk memikirkan hikmah di balik apa-apa yang telah Allah SWT ciptakan,
menundukkan diri dan jiwa pada Sang Khalik, Allah SWT. Menyadari puasa ini adalah suatu kewajiban oleh setiap
Muslim, yaitu Mu’min yang telah mengaku tunduk, taat hanya pada aturan Ilahi, dan menaati Rasul-Nya, Nabi
Muhammad SAW, tanpa terpengaruh oleh hukum taghut.

Subhanallah..

Kesabaran benar-benar diuji, ketundukan pada hukum-Nya benar-benar diuji, kesetiaan seorang hamba yang benar-
benar sedang diuji. Luar biasa dahsyat yang kurasa, begitu merasuk, sampai rasa sakit menggema ketika ada
bersalah dan tersalah yang kulakukan. Ibadah tak sekedar rutinitas, tapi memaknai dan mengamalkannya diantara
Sholat yang fardhu. Sehingga tak sedikitpun waktu untuk tertipu pada kesenangan dunia semata dan tak ada waktu
lagi untuk berprasangka yang sering dilakukan si otak besar dan kecil, termasuk otak tengah, yang sering
bergumul di hati, yang memproduksi rasa benci pada kebenaran hakiki.

Aku harus berpuasa selamanya…

berpuasa selamanya dari kejahiliyahan yang tak terduga, tak ter-prediksi, tak terkira datang tiba-tiba dari arah manapun menuju diriku, walau hanya terbersit sedikit di otak dan di hati, atau terngiang di telinga, atau mungkin berada di luar kesadaranku. Benar-benar kali ini aku berolahraga dan berolahjiwa dengan teknik-teknik olahraga dan olahjiwa yang Maha Sempurna dari Yang Maha Sempurna, Allah SWT.

Duhai Rabb, semoga aku termasuk ke dalam golongan hamba-Mu yang memperoleh kemenangan di Bulan Ramadhan ini.. Amin.

September 11, 2008

Sungai dan Laut

Filed under: Common — yuniara @ 12:14 pm

Bolak-balik depan tipi, sambil nyiapin pendaftaran sidang [lha.. ini nyiapin sidang ato nonton tipi ya ??? :) ].

Duduk bentar, dengerin Kultum bertemakan Sungai dan Laut, yang isinya lebih kurang seperti ini :

Laut dan Sungai tidak pernah saling mempengaruhi dalam hal rasa. Laut tetap dengan asinnya dan sungai tetap dengan tawarnya. Para pakar telah menelaah mengapa ketawaran sungai tetap dapat dipertahankan, walaupun sungai berjumlah lebih sedikit daripada lautan, dan walaupun sungai mengalir menuju lautan. Hal ini diantaranya disebabkan sungai terletak di daerah yang lebih tinggi daripada laut.

Selain itu, Sungai, jika kita meminum airnya, maka yang kita dapatkan adalah kesegaran. Sedangkan laut, jika kita meminum airnya maka yang kita dapatkan adalah rasa yang semakin haus.

Dalam hal ini, Sungai ibaratnya adalah mukmin dan laut ibaratnya adalah kafirun. Sungai, walaupun sedikit,tetapi ia merasa puas [baca : bersyukur], sedangkan Laut, walaupun lebih luas, tetapi ia tidak pernah merasa puas [baca : tidak bersyukur]. Sungai mampu memisahkan diri dari lautan, itulah seorang mukmin harus mampu memisahkan diri dari kafirun dan dari segala sesuatu yang mengatur diri seorang mukmin yang berasal dari kafirun.

Mukmin yang ingin mencapai pulau harapan harus melewati lautan yang penuh dengan gelombang dan riak-riak berbahaya, oleh karena itu yang diperlukannya adalah perahu yang kuat. Perahu ibarat iman, iman yang kuat, kokoh, tidak terpengaruh oleh selain yang diimaninya, akan mampu menghantarkan penumpangnya ke pulau harapan itu.

Semoga di bulan Ramadhan ini, kita mendapatkan kemenangan, membuang hal-hal di diri dan menjauhi apapun yang bisa merusak iman. Tak terpengaruh oleh segala apapun yang dapat merusak iman, meski bertempat tinggal di tempat yang masih penuh dengan godaan iman. Ini ibarat ikan di lautan yang tidak ikut asin, walaupun lautan telah menjadi habitatnya.

Semoga Allah SWT berikan kepada kita kemenangan, seperti Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin di Perang Badar.


Duhai Rabb, Alhamdulillah, Engkau telah sampaikan aku kepada Bulan Maghfiroh

Bulan yang di dalamnya Segala limpahan rahmat dan ampunan-Mu tercurah melimpah menaungi hamba-Mu yang bertaqwa dan bertaubat

Ya Allah, Engkau buka lebar pintu-pintu syurga Mu

maka, bukakanlah pintu itu selamanya bagi kami

Ya Allah, Engkau tutup rapat pintu-pintu neraka Mu

maka, tutuplah pintu itu selamanya bagi kami

 

Duhai Rabb,

apakah kami sudah penuh harap dalam mengarungi samudera kehidupan ini

mengarungi lautan yang penuh dengan gelombang ujian

dengan perahu agar berhasil kami menuju ke pulau harapan, syurga Mu ?

dan apakah kami juga sudah penuh dengan kekhawatiran kalau-kalau perahu kami terbalik dan

kami pun gagal ke pulau harapan itu, atau ada salah satu di antara kami sajakah yang jatuh ?

Harap dan khawatir ini, sudahkah membalur pada keimanan ku pada Mu , Duhai Rabb Semesta Alam

Apakah aku sudah dengan benar mempersiapkan apapun yang perlu dipersiapkan untuk mendaftar dan melakukan SIDANG di hadapan-Mu, ya Allah

 

Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala fitnah

Bukakanlah hati kami agar kami selalu berjalan di jalan yang Engkau sukai

agar kami senantiasa memurnikan ketaatan hanya kepada-Mu

Sesungguhnya hanya kepada Mu lah kami berlindung dan memohon pertolongan

Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Engkaulah sebaik-baik Penolong

Engkau suka mengampuni, maka ampunilah kami, Ya Allah. Amin…

October 22, 2007

Kategori Baru

Filed under: Common — yuniara @ 3:15 am

Pagi !!!

Di blog saya ini, saya menambahkan kategori baru bernama “From Milis”. Artinya kita bisa share hasil diskusi di milis-milis yang kita ikuti berupa pengetahuan, cerita, hikmah, teknologi dan lain-lain. Saya sangat mengaharapkan partisipasi dari temen-temen sekalian yang kebetulan lewat/baca tulisan/blog saya ini. Dan mungkin temen-temen bisa ajak temen-temen yang lain. Harapannya sih, ilmu yang kita punya bisa berkembang dengan cara berbagi dengan yang lain. Bukankah cara yang terbaik untuk belajar adalah dengan mengajar, yang salah satunya bisa melalui diskusi. Ini juga agar peran milis-milis untuk berbagi bisa menjadi optimal. Nah, untuk sementara kirimkan saja hasil diskusi milis temen-temen dengan cara mengirimkannya melalui comment , nanti akan saya seleksi untuk ditampilkan di blog saya. Dan dimohon temen-temen mencantumkan sumber/sumber milis-nya ya.

Semoga ilmu yang kita punya bisa bermanfaat untuk orang lain.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

Terima kasih banyak.

-Yunia Raventi-

Blog at WordPress.com.