topologi, jangan lieur ah …. ^_^

February 23, 2009

Taubat Sambel

Filed under: Common — yuniara @ 7:43 pm

Tentu sy dan temen2 sekalian pernah menikmati pedasnya sambel. Hmm.. walau hampir setiap orang mengakui pedasnya sambel, tapi toh hampir pula setiap orang gak jera untuk tetep menikmatinya. Ooo ini soal selera… Dan konsekuensinya adalah sakit perut dan cukup minum obat sakit perut untuk mengobatinya, dan next makan sambel lageee…. Tapi beda halnya dengan berbuat dosa. Sy rasa hampir setiap orang tahu kalau perbuatan semacam mencuri, berzina, memfitnah adalah perbuatan dosa dan tahu konsekuensinya apa. Ya ini adalah fitrah setiap manusia. Tapi mengapa dosa2 itu kadang2 terjadi berulang kali (looping), bahkan walaupun si pelaku dosa sudah kena dampak negatifnya, atau bahkan sungguh sangat merugikan orang lain. Apakah berbuat dosa juga persoalan ’selera’ ??? Perlu diketahui bahwa obat untuk dosa2 itu adalah taubatan nasuha kepada Allah SWT, bukannya taubat sambel. Karena dengan demikian semoga Allah SWT mengampuni segala dosa kita.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ke dalam golongan penolong agama-Mu. Amin”

February 21, 2009

Ada apa dengan …

Filed under: :D — yuniara @ 4:29 pm

ada apa dengan negeri ini, hampir setiap hari berita yang terdengar hanyalah pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, pencurian, penyiksaan, penganiayaan, perkelahian, perebutan kekuasaan dengan cara-cara tidak terpuji, perzinahan,penjualan bayi dan wanita, aborsi dan tindakan kejahatan yang lainnya.

ada apa dengan negeri ini dimana hampir setiap hari ucapan-ucapan dan raut wajah sedih yang mengisyaratkan kekecewaan selalu kulihat hampir dimanapun aku menelusuri jalan di negeri ini maupun yang aku saksikan dari pemberitaan di televisi.

ada apa dengan negeri ini dimana setiap perilaku hanya mengharap pujian manusia yang sebenarnya tiada dayanya, mengharapkan kesenangan dari makam2 keramat, berdesakan sampai nyawa tercabut hanya demi Rp 15000 atau celupan batu yang dianggap sakti, saling menunjukkan kekuatan hitam-nya sampai harus membunuh saudaranya, memperebutkan harta warisan bahkan di depan sang pewaris yang hanya menunggu waktu sampai benar2 nyawa tercabut.

ada apa dengan negeri ini, ketika atas nama askeskin kaum miskin sangat berharap pengobatannya di RS menjadi lebih mudah, namun nyatanya sampai berminggu2 bahkan berbulan2 yang ada hanyalah sakit yang semakin menjadi-jadi karena harus menunggu giliran pengobatan.

ada apa dengan negeri ini, ketika ada yang sedang memperebutkan kursi yang bisa mendatangkan berbagai nikmat duniawi dengan menipu rakyat kecil, yang terdengar adalah budi baik kepada rakyat saat kampanye, kemudian saat berhasil menipu rakyat yang dilakukan adalah korupsi, bahkan atas nama kegiatan agama, dan rakyat malah semakin menelan ludah pahit, dan kemudian kembali lagi memperlihatkan budi baiknya saat masa duduk di kursi surga duniawi hampir habis agar dapat duduk di kursi itu lagi.

yang bisa dilakukan rakyat adalah menelan ludah pahit, menahan kekecewaan sampai2 tidak tahu lagi harus berkata apa selain “ya sudahlah, ikhlaskan saja”, menerima uang suap untuk mendukung si seseorang/sekelompok orang yang mau duduk di kursi surga duniawi, namun pada akhirnya mereka harus menempati tempat ‘mewah’ yang sudah disediakan oleh si seseorang/sekelompok orang tadi (baca : pinggiran kali, bawah jembatan, pinggir rel kereta api, jalanan dll).

ada apa ini, dimana orang kaya, orang besar semakin menindas orang miskin dan orang kecil, ada apa dengan negeri ini ketika orang-orang hendak berloyalitas dengannya malah yang ada adalah disiksa dengan dalih ospek atau pembinaan.

ini juga pernah terjadi, ini juga pernah dirasakan, namun ini juga pernah dibasmi habis sampai ke akar-akarnya.

apakah ini yang diperoleh oleh pemujanya di mana ia bertempat tinggal.

Dulu ini pernah terjadi, dimana rakyat kaya semakin kaya, rakyat miskin semakin miskin dan tertindas. anak-anak perempuan dibunuh, para wanita hanya dijadikan sebagai hiburan saja, seorang ibu harus mencocokkan wajah anaknya dengan beberapa pria, dan pria mana yang memiliki wajah yang lebih mirip dengan si anak-lah yang menjadi ayahnya. pencurian dimana-mana, pelecehan HAM terjadi, dll.

namun, ada juga masa dimana semua kejahatan itu tidak terjadi. Ya, masa dimana ketika adzan berkumandang, orang2 segera meninggalkan pekerjaannnya untuk menunaikan sholat 5 waktu, masa dimana ketika pasar ditinggal tidak ada satu pun yang kehilangan/kecurian, masa tidak ada lagi orang yang dizakati karena semua sudah makmur, masa dimana wanita dan pria mendapatkan haknya, masa dimana HAM tidak lagi dilecehkan, masa dimana dzikrullah selalu terdengar dalam setiap perkataan, masa di mana wanita-wanita menjaga auratnya, masa dimana tidak ada perzinahan, tidak ada mabuk2an. yang ada hanyalah kebaikan.

ingin aku kembali ke masa itu, itulah sebuah kemenangan. kemenangan Rasulullah SAW dan para sahabat atas orang-orang kafir dan berhala-berhalanya (taghut).

Itulah masa pemerintahan dimana ulil amri-nya benar2 melaksanakan kewajibannya dan memenuhi hak rakyatnya dengan adil. itulah pemerintahan yang seharusnya mendapatkan kepercayaan dan loyalitas rakyatnya. Bukan pemerintahan yang hanya menjadikan kebaikannya sebagai alat untuk menipu rakyat, untuk memberikan kebahagiaan semu pada rakyatnya, dan hanya untuk memuaskan nafsu duniawinya akan harta, tahta, dan wanita.

Siapakah pemerintahan itu, Apakah yang dilakukan pemerintahan itu, apakah landasannya, kepada siapakah loyalitasnya, apakah sistemnya, apakah undang2nya , sampai2 yang ada hanyalah kebaikan. keburukan sukar ditemukan. Subhanallah.. aku ingin kembali ke masa itu … Duhai Rabb, kabulkanlah pintaku. Amin…

 

 

 

 

February 14, 2009

SEMINAR KEAJAIBAN OTAK DALAM AL QUR’AN

Filed under: Common — yuniara @ 8:14 pm

ayo ikuti seminar “Keajaiban Otak dlm Al Qur’an” dari UNPAD, tgl 9 Mar 09, 8 pg-6sore+makan siang jl Banda PT.POS.Fee 30rb ampe besok 15 Feb 09, setelahnya jadi 50rb.

December 29, 2008

Spesial Tahun Baru Hijriah

Filed under: Common — yuniara @ 7:42 pm

Sejak sehari yang lalu, pesan-pesan berisi ucapan selamat tahun baru 1430 H menyibukkan ponsel, email, plurk, FS, chat, dll kita .

Kali ini pun sy mengucapkan juga selamat tahun baru 1430 H.

Islam tidak menentukan cara tertentu untuk merayakan suatu peristiwa. Tetapi, Islam hendak mengingati kita terhadap nilai-nilai dari suatu peristiwa tersebut, agar kita selalu mengingat Allah SWT. Demikian juga dengan moment tahun baru hijriah. Sebelumnya bolehlah kita tahu sejarah tahun baru hijriah tersebut.

Sejarah

Jika tahun baru/penanggalan Masehi adalah berdasarkan kelahiran Isa Al Masih, maka tahun baru Islam berbeda. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab menentukan tahun / penanggalan berdasarkan waktu peristiwa-peristiwa besar yang terjadi. Namun, ternyata dalam pengaplikasiannya, penanggalan tersebut sering tidak akurat. Sehingga, pada masa sahabat Umar bin Khattab (dimana Islam berkembang dengan pesat), dibuat ketetapan bahwa tahun baru Islam didasarkan pada tahun hijrah Rasulullah SAW (Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah setelah 13 th di Mekah yaitu pada Rabiil Awal). Lalu, mengapa tahun hijrah yang dipilih menjadi tahun baru Islam ? Hal ini disebabkan bahwa pada peristiwa hijrah terdapat nilai-nilai yang tidak terdapat pada peristiwa-peristiwa yang lainnya. Nilai-nilai tersebut adalah sebagai berikut.

Nilai-nilai

T.Q.S At Taubah (9) : 40

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Nilai-nilai yang ingin ditekankan dalam kontek hijrah, di antaranya adalah :

  1. Ilahi
  2. Kebersamaan
  3. Optimis
  4. Perencanaan
  5. Rela berkorban
  6. Setelah berusaha kemudian berserah diri.

    Nilai-nilai tahun baru harus menonjolkan kedua hal berikut secara bersama-sama :

    • Nilai Rasional : akal, usaha
    • Nilai Spiritual : bantuan Allah SWT

     

  7. Yakin pada bantuan Allah SWT
  8. Janji Allah SWT untuk memberikan pertolongan
  9. Islam :

    - tidak menjadikan umatnya mengandalkan mukjizat. Tapi umat Islam harus memiliki sifat bekerja keras.

    - tidak menjadikan tahun kelahiran Nabi SAW sebagai tahun baru Islam.

    - tidak menjadikan tahun baru Islam dirayakan dengan hura-hura.

Adapun perayaan tahun baru Islam harus ditujukan pada memaknai nilai-nilai tersebut, memperbaharui tekad untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan agar senantiasa mengingat Allah SWT.

Kemudian, arti HIJRAH sendiri adalah sebagai berikut.

Sebelum Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Yastrib (Al Madinah), hijrah berarti meninggalkan tempat atau situasi yang buruk untuk mendapatkan situasi yang lebih baik atau lebih baik.

Setelah Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Yastrib (Al Madinah), hijrah berarti meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.

***

“Ya Allah, wafatkanlah kami dalam keadaan Islam, dan gabungkanlah kami bersama dengan orang-orang yang shaleh. Amin”

Referensi :

Al Qur’an

Tafsir Al Mishbah oleh Dr. Quraish Shihab di MetroTV pada 28 Desember 2008.

December 28, 2008

Menjadi Wanita Paling Berbahagia di Dunia (1)

Filed under: Common — yuniara @ 8:31 pm

Dapet dari milis, tanpa mengubah judulnye :

Tips. Menjadi Wanita Paling Berbahagia di Dunia
Penulis DR. Aidh Bin Abdulllah Al- Qarni, M.A

Selamat Datang
Saudariku yang mendirikan shalat dan berpuasa dengan taat dan khusyuk

Selamat Datang
Saudariku yang menutup aurat dan mempunyai rasa malu, yang berwibawa dan memiliki sikap teguh

Selamat Datang
saudariku yang terpelajar, terdidik, serta selalu menelaah dengan penuh kesadaran dan selalu di tuntun oleh petunjuk

Selamat Datang
Saudariku yang memenuhi janji dan memegang amanah, yang jujur dan mempercayai kebenaran

Selamat Datang
Saudariku yang bersabar , bertaubat dan hanya tunduk serta berharap kepada Allah

Selamat Datang
Saudariku yang selalu berzikir, bersyukur dan berdakwah dengan giat dan cekatan

Selamat Datang
Saudariku yang meneladani Asiyah (istri Fir’aun), Maryam dan Khadijah

Selamat Datang
Saudariku yang mendidik anak-anak nya dan mencetak generasi -generasi sejati

Selamat Datang
Saudariku yang memelihara nilai-nilai kesucian dan  menjaga keteladanan Nabi Nya

Selamat Datang
Saudariku
yang merasa terusik terhadap pelanggaran ketentuan yang di agungkan dan
di hormati, serta menjauhkan diri dari perkara-perkara yang haram

“Ya Allah, berikanlah kepadaku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada ku dan kepada Bapak Ibu ku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi”. Amin
__,_._,___

 

December 19, 2008

“A ship in harbour is safe, but that is not what ships are built for”

Filed under: Common — yuniara @ 1:42 pm

Hmmm… maen2 ke blog aggregator-nya IT Telkom, sy ubek2 a.k.a baca2 beberapa blog yg dah ter-update di sana. Dan, kemudian berlabuhlah sy juga di http://fish6chan.wordpress.com/2008/12/15/bergeraklah/ dan http://fish6chan.wordpress.com/2008/12/15/121/ , nice post. Biz, baca blog ini sy jadi teringet salah satu file gambar yang dah lama mengendap di kompi sy.

Suatu ungkapan yang bagus, menurut sy. “A ship in harbour is safe, but that is not what ships are built for”, secara tidak langsung menunjukkan bahwa si pembuat kapal gak begitu saja tiba-tiba membuat kapal tanpa adanya maksud tertentu. Of course, kapal DIMANFAATKAN untuk kepentingan manusia, yaitu menjadi salah satu alat transportasi yang sangat dibutuhkan. Emang sih, kadang kala dalam perjalanannya menghantarkan barang atau orang-orang ke pulau seberang, tak jarang si kapal mengalami kerusakan karena berbagai penyebab. Kapal pun terombang-ambing oleh ombak, badai, atau mungkin saja tertabrak batu karang. Tetapi kenyataannya orang tidak jera untuk tidak menggunakan kapal sebagai salah satu kendaraan transportasi. Tidak pula serta merta ada keputusan untuk tidak mengembangkan layar si kapal karena takut kapal rusak, dll. Ya.. kalopun rusak, pasti ada suatu perbaikan, sehingga kapal pun kembali berlayar.

Oke, itu hanya kapal, benda mati yang begitu bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Nah, gimana kita yang diberi kemampuan lebih dibandingkan kapal, yaitu bernapas. Yups. We’re alive !!! and of course, Sang Pencipta menciptakan kita BUKAN untuk kesia-siaan belaka. Oke, coba kita ubah sedikit quote tadi, seperti ini : “a human with his/her silent is safe, but that is not what humans are created for”. Terkadang kita merasa aman, tenang, damai jika kita tidak berbuat sesuatu. Tapi apakah itu tujuan kita (manusia) diciptakan oleh-Nya ??? memang, terkadang dalam tindakan yang kita lakukan itu menimbulkan suatu reaksi baik positif atau negatif bagi kita. Namun, apakah kita terus membisu ketika kebenaran masih tertutupi oleh kepalsuan ??? Hmm.. mungkin tidak sedikit orang yang sebenarnya merasa klu sesuatu itu salah, tetapi tidak banyak pula orang yang berani memperjuangkan kebenaran (of course, yang sy maksud di sini adalah kebenaran yang Allah SWT menjadi acuannya). Banyak hal yang menjadi penyebabnya, diantaranya takut, segan, orang yang salah itu adalah keluarga saya, sahabat saya, teman sepermainan saya, bos saya, dll. Tapi klu dipikir2 kok alasan ini gak logis ya ??? Coba kita perhatikan, dalam keengganan kita untuk mengungkapkan kebenaran, ada rasa takut. Pertanyaannya adalah takut kepada siapa ???, truz segan, ini segan kepada siapa ??? nah, klu masalah kekariban, bukankah klu dia salah, harus kita ingatkan, sebagai perwujudan rasa sayang kita kepada mereka ? Bukannya malah mendiamkan mereka larut dalam kesalahannya. Coba deh, klu kita punya suatu kesalahan dan pada suatu saat kita menerima dampak buruknya. Lalu tiba2 ada seseorang yang datang dan mengatakan “Sebenarnya, sy sudah tahu klu akibatnya akan seperti ini, jika kamu melakukan itu. Maap ya, sy segen sama kamu klu sy menasihati”. Ini sih dah terlambat. Apakah ini yang qt inginkan ? Well, bergeraklah (pinjem ungkapan fish6chan), walau tak jarang kita akan menemui cercaan, makian, sakit hati, dan konco2nya, although dari karib kita, dalam pergerakan kita ini. Bukankah yang qt inginkan adalah nilai yang oke di hadapan-Nya ? ;-) Tetep semangat !!! Setiap hari perbaharui semangat.

December 15, 2008

engkau @;–;—

Filed under: Common — yuniara @ 11:41 am

Diriku membuat tubuh langsingmu menjadi gemuk

Membuat beberapa syarafmu terputus karena aku

Kau persiapkan senyum untukku

Aku yang pertama kali menyentuh rahim mu

Aku yang gemuk yang kau harap telah lahir menghirup udara milik Allah SWT

 

Kau memberikan aku air yang paling sehat dan lezat

untuk pertumbuhan ku

kau didik aku menjadi anak yang berguna untuk agama

kau sampaikan rizki-Nya untuk membesarkan aku

kau tidak khianati-Nya

 

namun, seiring permatamu ini semakin bersinar

ada saja permasalahan di antara kita

maafkan aku yang egois

mungkin kala itu masa remaja mencari arti diri

masih ego dan peduli sendiri

 

dan aku sering memergoki mu sedang memandang wajahku saat aku tidur

dan ketika pandangan kita saling bertemu

kau pun memberikan aku senyum

mengusap kepalaku

dan aku hanya memejamkan kembali mataku dan membalas senyum mu dalam hati

 

kau tak hiraukan egoku

terus kau berikan yang terbaik

dan kau tak tahu, aku sering menyesal sendiri

apalagi sesaat pernah kita akan berpisah karena tangga pendidikan yang harus kutempuh

sekali lagi aku menangis sendiri, mungkin terlalu gengsi memperlihatkannya padamu

 

aku tak mau kau melihatku terpuruk

namun, ternyata kau tahu, dan kau pun berucap “Hanya orang yang kuat iman-nya lah yang tidak akan khawatir,

karena yakin akan kebesaran Allah SWT”

aku berusaha meyakinkanmu dengan cita-cita yang sedang kugapai agar kau bangga

tetapi ternyata kau malah yang mengatakan agar aku sabar

 

kau sering buatkan aku makanan kesukaanku kala aku bersempat waktu berkunjung

aku sering asyik sendiri, tanpa menghiraukanmu

menikmati makanan kesukaan, dan aku sering masak sendiri

kau pun menikmatinya

namun, aku baru teringat bahwa kesehatan mu akan terganggu karena makanan itu, namun kau diam saja

 

kita pernah berdua saja di tempat terpencil, karena tugas yang harus kau emban, mengajar

bapak jauh karena pekerjaan di kota

kau merawatku dengan penuh kasih sayang

padahal baru-baru dewasaku aku sering melihatmu sakit karena ditinggal bapak pergi keluar kota

tapi sekarang akulah yang jauh

 

sering kita berbagi cerita,

ku ceritakan semua perasaan pada mu

kehidupan ku dan jalan ceritanya

kecuali kesedihanku

aku ingin selalu bahagia di hadapan mu

 

kau berikan kepercayaan padaku, yang mungkin saja hal itu sulit untuk dipercaya

walau itu adalah yang sebenarnya

aku merasa tidak berat menjalani hari-hari ku

kau adalah keindahan yang diberikan-Nya untuk ku

Ya Allah, terima kasih atas keindahan ini

Ya Allah, selamatkanlah kedua orang tua ku di dunia dan akhirat. Amin

Tempoyak

Filed under: Common — yuniara @ 12:34 am

Hujan hujan begini jadi inget sama my mother yang kalau sy sedang pulang ke sana, beliau bertanya : “Mau makan apa ? ntar dimasakin nih”. Sambil menampilkan senyum khas my mother. Pas kemarin liburan sebelum lebaran, ternyata di rumah sudah tersedia tempoyak. Hmm.. enak. Itu adalah kali kedua sy makan tempoyak. Satu di Bandung dan satu lagi ya pas pulang ini. Pas di Bandung, tempoyak-nya dipepes dengan ikan tongkol. Saat mencicipi hmm.. rasanya kurang enak. Sy pikir emang rasa tempoyak seperti itu. Tapi, pas pulang dan makan tempoyak masakan mother, ternyata beda. Nah, yang ini enak di lidah. Bahan utamanya adalah tentu saja tempoyak dan ikan nila. Tempoyak buatan mother super pedes.

Sayangnya my father ternyata gak suka tempoyak.hehehehe… Y udah deh dengan berat hati, jatah father sy makan aja. Karena mother melihat saya makan dengan lahapnya, mother berkata :”Entar kita bikin lagi ya”. “Oke bos”. sahutku. Bener aja, pas mau lebaran, sy diajak “jalan-jalan” a.k.a belanja di pasar. Wuih, rame banget. Trus mother nyari2 yang namanya tempoyak. Oalaa.. sy baru tahu klu tempoyak itu bentuknya seperti itu. Hehehe.. sori tidak bisa menampilkan gambarnya. Dan lucunya si penjual menjual beberapa jenis tempoyak tentu dengan kualitas yang berbeda. Kemudian ibu membeli beberapa bungkus tempoyak. Dilanjutkan dengan membeli beberapa ekor ikan nila dan udang. Asyik juga berbelanja. Hehehe.. Btw, di sana ada jasa menggiling cabe lho.. dulu sy kira mereka menggiling pake mesin, ternyata murni pake cobek.

Sambil menunggu proses penggilingan, mother ngobrol2 dengan si penjual jasa giling cabe. Iseng2 mother bertanya pada penjual “Gak panas Bu tangannya ?” Sambil tersenyum, Kemudian penjual berkata “Ya, demi sekolahnya si anak, dibela-belain lah tangan sy kepanasan. Sampe mau tidur pun masih panas”. Lama juga kami berdiri menunggu si Ibu penjual menyelesaikan misinya. Sy celingak-celinguk memperhatikan suasana pasar. Si Ibu penjual jasa giling cabe ternyata agak keberatan bila pelanggannya minta giling selain cabe (misalnya bawang), katanya tidak terbiasa menggiling cabe yang ada campuran bahan lainnya. Hehehe…Di seberangnya juga ada penjual lain yang menjual jasa yang sama, tapi ini khusus untuk cabe hijau. Di sebelahnya ada bapak2 yang lagi motong-motong daging upah untuk keluarganya. Trus, di ruangan di samping tangga, ada anak kecil yang sepertinya sedang membaca buku. Di belakang saya berdiri, ternyata ada tulang-belulang sapi. Setelah selesai menggiling cabe, kami pun melanjutkan perjalanan. sy ngelihat ada seorang ibu tua, yang sedang menganyam bungkus ketupat. Karena pengen juga buat ketupat, akhirnya mother membeli beberapa saja. Sekali lagi, mother nanya “Kamu mau apa lagi untuk dimasak ?”. Hiyaa.. masih saja mother memanjakan daku. (or feeling ku aja yach.) Jadi gak enak euy. Dan sy cuma geleng-geleng kepala sj, yang artinya udah cukup.

Lalu, dengan membawa belanjaan tadi kami pun menuju ke tempat parkir motor. Dan go home. Beberapa hari kemudian, tempoyak pun diolah dengan ikan nila. Hmm..enak.. aroma duren, pedasnya cabe, dan rasa ikan nila yang memikat, paduan yang serasi. Tapi begitupun, father tetep aja belum suka. Walo udah sy paksa. Hehe.. klu sy perhatikan, father sukanya makanan yang digoreng, dan sayur bening, ma sambel (tempe goreng, ikan asin, sambel udang, sayur tumis ala mother, sayur bayem). Kangen…

” Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil. Amin ya robbal ‘aalamiin “

@;–;—

December 10, 2008

Hobby membawa sengsara

Filed under: Common — yuniara @ 3:23 pm

Hobby biasanya merupakan suatu hal yang membuat si pelakunya gembira ataupun dapat melupakan sejenak duka laranya. Biasanya si empunya hobby akan meluangkan waktu demi terlaksananya hobby dan pada suatu titik tertentu mencapai ketenangan dan kebahagiaan tersendiri baginya. Tapi apakah hobby ini bisa menjadikan pemiliknya egois ?

Kita beralih sejenak ke hasil sedikit obrolan dengan seorang penduduk yang rumahnya selalu terkena banjir. Sebelumnya, saya sangat kagum kepada saudara2 kita yang menjadi petugas kebersihan yang sering membawa sampah rumah/kos dari depan rumah/kos kita sehingga rumah/kos kita pun menjadi tampak lebih bersih. Wah, sungguh pekerjaan yang mulia. Tapi, apa jadinya ketika kebaikan itu hanya sampai di sana ? Yups, berdasarkan keterangan salah satu warga di Sukabirus (sebut saja “N”), ternyata sampah2 yang sehari-hari dibersihkan dari depan rumah/kosan kita itu sebagian dibuang di tempat pembuangan akhir dan ironisnya sebagian lagi dibuang ke sungai yang berada tidak jauh dari tempat pembuangan sampah tersebut. Ternyata petugas kebersihan pun juga berperan aktif dalam kegiatan pengotoran sungai. Jika hujan datang, air dari sungai ini akan meluap dan alhasil membanjiri rumah-rumah penduduk. Dan tahukah teman2, banjir pun menghampiri tempat pembuangan sampah tadi. Kemudian sampah2 tersebut hanyut terbawa arus menuju rumah-rumah penduduk. Dapat dibayangkan apa saja yang menuju rumah-rumah penduduk tersebut ? Klu teman2 ada waktu silahkan bisa dilihat salah satu tempat pembuangan sampah di Sukabirus, yang lokasinya dekat dengan sungai. Sehabis banjir, maka tempat pembuangan sampah tersebut akan bersih karena berpindah ke rumah-rumah penduduk dan kemana lagi kemudian dibuang klu tidak ke sungai.

Menurut N, sampah2 itu berasal dari lokasi2 di kota (terutama pasar) yang dilewati sungai. Entah sengaja atau tidak, sadar atau tidak mereka membuang sampah itu ke sungai. Ataukah membuang sampah sudah menjadi hobby-nya ? Mungkin mereka tidak tahu atau tidak pernah merasakan akibat buruk membuang sampah sembarangan (dalam hal ini membuang sampah ke sungai). Sungguh hobby yang menyengsarakan orang lain. Miris rasanya ketika saya tahu bahwa dulu, sebelum sungai Cikapundung menjadi sekotor sekarang ini, air sungai tersebut bisa digunakan oleh penduduk sekitar untuk keperluan rumah tangga sehari-hari. Bening, jernih, segar, dan terdapat batu-batu besar yang sering digunakan untuk mencuci. Sejenak saya bernostalgia dengan keadaan lingkungan yang tidak pernah
saya alami tersebut. Namun, sekarang dikala air sungai tidak sanggup menahan pasokan air hujan, yang ada adalah sampah2 yang tersangkut di pohon-pohon sekitar sungai, disebabkan permukaan air yang tinggi. Air banjir tersebut pun juga menguras kolam pemancingan milik warga, sehingga ikan-ikan di sana berhamburan mengikuti arus air, yang mungkin saja di sungai tersebut nantinya ikan-ikan itu akan mati disebabkan keracunan atau kekurangan oksigen.

Lalu, apakah solusinya ? Dulu sewaktu saya masih di BEM, Departemen Luar Negeri BEM IT Telkom sudah melakukan upaya penanggulangan masalah pengotoran sungai dengan menyediakan tempat-tempat sampah di pemukiman warga. Tapi ternyata, tempat sampah tersebut tidak dioptimalkan, tetap saja sampah-sampah dibuang ke sungai, sungguh hobby yang sulit untuk ditinggalkan ? Ketika hati sudah sedikit lega karena ada petugas sampah yang membersihkan sampah dari kosan saya, eh ternyata sekarang membuat saya tambah geram, karena sampah2 tadi ada yang dibuang ke sungai. Hmm.. apakah menurut teman2 KESADARAN BERLINGKUNGAN BERSIH -lah yang harus dimunculkan di setiap individu ? Lalu, apakah kita harus menunggu diri kita dan mereka itu memiliki kesadarn itu ? ataukah harus menunggu sentilan berupa BANJIR agar kita semua sadar ? Sarana dan prasaranan kebersihan tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran.

Well, AYO SADARKAN DIRI KITA DAN SADARKAN MEREKA UNTUK BERLINGKUNGAN BERSIH, MARI SALING MENGINGATKAN DALAM HAL KEBAIKAN.

December 6, 2008

POLLING YANG TERBENGKALAI

Filed under: :D — yuniara @ 9:14 am
Tags:

Beberapa hari yang lalu naruh polling di PAGE POLLING di blog saya, Tolong ya temen2 diisi, sapa tahu belum ada yang kenal gitu. :P thx

« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.