Tugas V Kapita Selekta – IPV6 : The New Internet Protokol

Tugas V Kapita Selekta – IPV6 : The New Internet Protocol

Internet merupakan salah satu sarana yang mendukung pengiriman data dari orang yang satu ke orang yang lain dengan menggunakan perangkat-perangkat lunak maupun keras (software atau hardware) dari jarak yang dekat maupun jauh, melalui suatu jaringan. Jaringan tersebut yang menghubungkan komputer-komputer agar dapat mengirimkan dan menerima data yang diinginkan orang tersebut.
Namun, fungsionalitas internet tidak hanya sekedar mengirimkan data dari jarak jauh. Akan tetapi, dampak yang didapatkan dari penggunaan internet itu sendiri yang membawa keuntungan. Keuntungan yang dimaksud misalnya dari segi bisnis. Dalam dunia bisnis dibutuhkan kecepatan dan keakuratan suatu proses  bisnis dan informasi, sehingga bisnis dapat berjalan dengan lancar. Adapun soal kendala, dengan informasi yang cepat dan akurat, maka kendala tersebut dapat diantisipasi sebelum masalah itu sendiri datang.
Zaman sekarang ini, siapa sih yang tidak pernah dengar kata “internet”, walaupun mungkin ada beberapa orang yang belum pernah merasakan manfaatnya secara langsung. Dikatakan secara langsung, dalam artian orang-orang tersebut bukanlah orang yang mengoperasikan internet, atau benar-benar menggunakan fasilitas internet. Oleh karena itu, semakin banyak pihak-pihak : siswa, mahasiswa, dosen, pegawai, manajer, pedagang, pengusaha, dan lain-lain yang menggunakan internet. PR (pe-er) bagi perusahaan penyedia layanan internet untuk menanggapi fenomena tersebut. Pengguna/ pelanggan semakin membludak, maka jaringan internet pun menjadi rebutan. Sehingga, terkadang proses pengiriman data menjadi lambat bahkan hilang. Jika ini terjadi, maka perolehan data yang akurat tersebut ataupun pencapaian informasi yang akurat pula akan menjadi terhambat dan terlambat.
Masalah yang muncul adalah semakin banyak user yang menggunakan internet, maka semakin sering terjadi “rebutan” bandwith yang dapat menyebabkan lambatnya pengiriman data. Hal tersebut akan sering terjadi apabila paket-paket data yang dikirimkan melalui jaringan berkapasitas besar. Kemudian mengenai pengalamatan node-node dalam jaringan. Persediaan IP untuk node-node berjumlah terbatas. Inilah yang ingin dicari solusinya. Dan itulah yang terjadi pada protokol transport IPV4 yang telah banyak dipakai, alokasi alamatnya yang tersedia di dunia sangat terbatas.
Solusinya adalah mengimplementasikan jaringan IPV6. IPV6 menyediakan ruang pengalamatan yang sangat besar (3.4 x 10^38). Beberapa persiapan untuk dapat mengimplementasikan jaringan IPV6 adalah sebagai berikut :
a. Alokasi prefix yang unik. Dapat diperoleh dari penyedia jasa internet, misal ISP, APJII, dan APNIC.
b. Infrastruktur jaringan dimulai dari layer 3 (karena IPV6 terdefinisi pada layer 3), misal router harus dipersiapkan untuk mendukung IPV6.
Namun dalam penggunaan IPV6 tidak semudah yang dibayangkan karena perangkat lunak/ keras ada yang belum mendukung IPV6. Di ITB, misalnya, terdapat riset pengaplikasian IPV6 untuk kebutuhan konektivitas jaringan ke intranet ataupun internet. Kendala yang dihadapi adalah saat mendeploy ke backbone-kampus. Backbone terbentuk dari empat router utama yang saling terhubung dengan dua router lainnya melalui GigabitEthernet yang menggunakan kabel fiber optik. Keempat router tersebut menggunakan vendor cicso produk seri router-switch catalyst 6000, yang pada saat perencanaan deployment tersebut, seri tersebut belum mendukung IPV6. Kondisinya sendiri di ITB adalah bahwa semua assignment subnet terjadi interface-interface VLAN dari router-router tersebut. Kemudian kondisi lain adalah bahwa protokol routing yang disupport saat ini hanya OSPFv2 yang digunakan untuk protokol routing IPv4 internal ITB. Hal ini salah satu bentuk kesulitan ketika IPV6 akan digunakan. Namun, dari pihak ITB sendiri telah menemukan solusinya yaitu dengan kombinasi antara tunneling dan trunking. Meskipun, solusi ini masih bersifat sementara.
IPv4 hanya sanggup untuk memenuhi kebutuhan 2^32 = 4.294.967.296 alamat. Berdasarkan data yang diperoleh dari APNIC (badan yang berwenang menangani request IP di Asia Pasific termasuk Indonesia) di akhir tahun 1999, bahwa total IP yang tersisa adalah 54.3 % untuk negara-negara Asia Pasifik. Hal inilah yang menyebabkan lahirnya IPv6. Fungsi sekuriti dan reliability menjadi alasan yang tepat pula kelahiran IPv6. IPv6 ini telah direkomendasikan pada pertemuan IETF di Toronto tanggal 25 Juli 1994.
IPv6 atau disebut juga dengan IPng (IP next generation), dengan keunggulannya seperti keamanan (IP layer privacy dan authentication) yang tidak tergantung pada aplikasi untuk melakukan enkripsi, seperti halnya IPv4. Dengan demikian fleksibilitas dapat tercapai melalui IPv6.
Penggunaan IPv6 juga menjadi solusi pengurangan biaya request alamat IP jika dibandingkan dengan alokasi persediaan alamat IPv4 yang semakin terbatas. Penyediaan alamat yang terbatas, menjadikan IP address legal sangat mahal. Menurut saya, pengaplikasian Ipv6 dapat dilakukan guna mendapatkan keuntungan berupa sekuritas dan fleksibilitas yang lebih daripada Ipv4. Diharapkan di STT Telkom juga dapat menerapkan Ipv6 dalam layanan intranet maupun internetnya.

2 thoughts on “Tugas V Kapita Selekta – IPV6 : The New Internet Protokol

  1. Ass……
    Sekarang ini aku sedang menyusun Tugas Akhir (Skripsi) di kampus. Dan kebetulan aku mengangkat tentang “Implementasi Internet Protocol Versi 6 Pada Jaringan Sistem Operasi Windows dan Linux”. Pengen Nanya Nih, pada Windows XP Spack 2 pada saat kita ingin setting IPV6 address kita harus lewat Command Prompt karena properties Button pada Local Area Connection Propertis untuk IPV6 tidak aktif. Nah Bagaimana caranya untuk mengaktifkan Button Properties Tersebut? Tolong yah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s