Belajar dari apa dan siapa

Belajar dari apa dan siapa

October Sky
———————
Ini adalah kali ketiganya saya menonton film October Sky. Film ini menambah inspirasi saya akan sesuatu yang bisa diperoleh dengan semangat dan kerja keras. Film ini menceritakan perjuangan empat siswa SMA, anak-anak roket, yaitu Roy Lee, O’Dell, Quentin, dan Homer Hickam. Berawal dari terbangnya sebuah roket bernama Sputnik di daerah mereka, Coalwood. Roket Sputnik yang diluncurkan oleh Uni Soviet pada 4 Oktober 1957, roket yang pertama ke luar angkasa di orbit bumi. Homer terinspirasi untuk dapat membuat roket, sebuah “baja” yang bisa terbang. Namun, dikarenakan Coalwood adalah daerah penambangan, gelar penambang sangat melekat bagi siapa saja yang tinggal di Coalwood. Para siswa yang dapat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa hanya mereka yang berhasil di bidang olahraga, sedangkan yang tidak memiliki kesempatan, akan tinggal di Coalwood menjadi seorang penambang. Homer, dalam mengejar impiannya, bersama dengan ketiga temannya itu, selalu menghadap banyak hambatan. Hambatan yang dihadapi adalah tidak adanya dukungan dari ayahnya sendiri, John Hickam. Beberapa orang sekitar pun menganggap bahwa membuat roket hanyalah sekedar impian saja. Peralatan membuat roket dan dana yang dibutuhkan sangat terbatas. Namun, dengan kemauan yang kuat serta dukungan dari ibunya, dan beberapa orang, termasuk gurunya, Riley, kemauan tersebut tidak hanya sebatas keinginan. Sampai pada suatu saat, ia dan teman-temannya tertangkap polisi atas tuduhan bahwa roket-roket percobaan mereka adalah yang menyebabkan kebakaran di hutan. Kejadian tersebut sempat membuat surut harapan mereka. Di saat yang lain, di penambangan, dimana ayahnya bekerja, mengalami kecelakaan, dan ayahnya untuk sementara waktu tidak dapat melanjutkan pekerjaannya, karena mengalami luka parah. Mau tidak mau, Homer harus melakukan pekerjaan yang bukan impiannya, demi ayah dan keluarganya. Homer keluar dari sekolah dan menggantikan ayahnya di penambangan. Namun, semangat untuk membuat roket tetap membara di hatinya. Di sela-sela pekerjaannya, Homer terus mempelajari buku tentang membuat roket, sampai suatu saat ia berhasil menemukan bahwa penyebab kebakaran itu bukanlah disebabkan oleh roket-roketnya, dan ia membuktikannya kepada gurunya, teman-temannya, dan pihak polisi, dan alhasil ia berhasil membuktikan ketidakbersalahan Homer dan teman-temannya. Homer, yang tidak menyukai matematika, berhasil menemukan rumus untuk membuktikan bahwa bukan roket mereka penyebabnya. Setelah pembuktiannya tersebut, Homer kembali bersekolah dan menerima kesempatan mewakili SMA Big Creek, dalam science fair di Indianapolis. Namun, demikian, ayahnya tetap menganggap pekerjaan Homer tersebut adalah omong kosong belaka. Berangkatlah Homer ke Indianapolis. Di festival tersebut, banyak cabang dari ilmu pengetahuan perlombaan dibuka selama 2 hari. Kendala solah-olah tak mau mengalah, saat hari penentuan, peralatan eksperimen milik Homer hilang. Namun, dengan bantuan orang-orang yang mendukungnya di Coalwood, mereka berhasil membuat roket baru untuk ditampilkan di festival. Dan ayah Homer, mulai tersentuh hatinya, sehingga andil dalam pembuatan roket baru tersebut dipegang olehnya. Saat yang ditunggu penilaian terbaik untuk ilmu pengetahuan telah tiba. Medali emas untuk pemenang ilmu pengetahuan telah jatuh ke tangan Homer Hickam, Quentin Wilson, Roy Lee Cook, dan Sherma O’Dell dari SMA Big Creek, McDowell Country, Virginia Barat. Si anak-anak roket berhasil memenangkan festival tersebut. Tepuk tangan meriah dan berbagai tawaran beasiswa segera menyerbunya. Homer kembali ke Coalwood dan disambut dengan penuh antusias oleh keluarga termasuk ayahnya, teman-teman, dan penduduk Coalwood. Akhirnya…
Semua anak-anak roket itu lulus dari kuliah. Quentin menjadi insinyur kimia di pabrik perminyakan, Roy Lee menjadi penjual mobil dan pensiunan bankir, O’Dell punya peternakan dan memiliki perusahaan asuransi, dan Homer Hickam menjadi insinyur di NASA yang melatih astronot untuk misi luar angkasa. Sungguh perjuangan yang keras dan tidak pantang menyerah.

Film ini menambah inspirasi saya, bahwa cipta, karya, dan karsa yang telah diberikan Allah SWT, harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama. Tidak sebatas niat, tetapi usaha, kerja keras, tawakal kepada Allah SWT memegang kunci keberhasilan.

Salah satu dosen saya pernah berkata, yang saya simpulkan begini : Segala sesuatu yang kita lakukan haruslah memiliki kontribusi yang baik untuk diri dan orang lain. Tidak hanya sekedar perbuatan yang sia-sia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s