Mencoba Belajar MIDletPascal –Part 1

INTRODUCTION

MIDletPascal merupakan mobile application developer tool atau IDE yang user-friendly untuk Windows. Bisa diperoleh secara free di http://www.midletpascal.com.

MIDletPascal merupakan bahasa pemrograman serupa Pascal dimana compiler-nya men-translate kode Pascal ke dalam JavaTM micro edition (J2ME) dalam bentuk bytecode.

Spesifikasi “tempat” running :

Semua mobile devices yang mendukung MIDP 1.0 dan CLDC 1.0.

MIDletPascal mempermudah kita untuk membangun aplikasi mobile.

MIDletPascal dapat di-download secara FREE untuk penggunaan secara personal, tetapi apabila Anda ingin menggunakannya untuk kepentingan komersil, maka silahkan membeli lisensi. Informasi dapat diperoleh di http://www.midletpascal.com/purchase.php.

Untuk menjalankan project MIDletPascal, kita terlebih dahulu harus menginstall J2ME emulator (misal, J2ME Wireless Toolkit 2.1_01). Disarankan memakai Sun Wireless Toolkit (java.sun.com). Atau emulator yang telah disediakan oleh manufaktur mobile phone (Nokia phone emulator atau Motorola phone emulator).

Ketika project di-run, MIDletPascal akan membentuk dua file, yaitu :

  1. JAD (Java Application Descriptor), dan
  2. JAR (Java Archive file with executables).

Mobile phone membutukan file JAD dan JAR untuk menjalankan aplikasi MIDlet.

UNIT

Ketika program yang akan dibangun memiliki prosedur atau fungsi yang terlalu besar, maka seperti pada standard Pascal, kita dapat menggunakan unit. Namun, unit pada keduanya memiliki sedikit perbedaan, yaitu :

  1. Standard Pascal

o Kita bisa membuat unit sebanyak yang kita mau di sebuah source file.

o Mendukung finalization block.

  1. MIDletPascal
    • Kita hanya bisa membuat 1 unit untuk 1 file, dan nama file harus sama dengan nama unit.
    • Tidak mendukung finalization block.
    • Unit hanya dapat digunakan pada satu project. Bila unit tersebut ingin digunakan di project lain, maka unit tersebut harus dicopy.
    • File unit berekstensi .mpsrc.
    • Project > New source file … untuk membuat unit.
    • File sumber unit akan disimpan di folder src.
    • Akan terbentuk dua file yaitu namaunit.bsf dan namaunit.class di folder classes.

Walaupun kemampuan dasar dalam penguasaan bahasa Pascal sangat membantu dalam penggunaan MIDletPascal, akan tetapi ada beberapa perbedaan, misal ketika kita akan menampilkan teks ke mobile phone.

Hal-hal dasar :

Perhatikan contoh berikut :

program coba;

begin

drawText(‘Assalaamualaykum’, 0, 0);

DrawText(‘Perkenalkan nama saya Venti’, 0, 20);

DrawText(‘Sedang kuliah di STT Telkom’, 0, 40);

DrawText(‘STT Telkom = ITT’, 0, 60);

DrawText(‘ITT = Institut Teknologi Telkom’, 0, 80);

repaint;

delay(2000);

end.

11.jpg –>2.jpg

 

  1. Project disimpan dalam file berekstensi .mpsrc.
  2. Writeln –> DrawText

Prosedur writeln hanya akan menampilkan teks ke standard output, yaitu MS-DOS console window. Sedangkan mobile phone tidak memiliki MS-DOS ataupun console window. Oleh karena itu, digunakanlah DrawText untuk menampilkan teks di mobile phone.

DrawText(’[Teks yang akan dikeluarkan]’,[koordinat upper-left corner]);

  1. Repaint digunakan ketika kita ingin meng-update tampilan device.
  2. Delay digunakan untuk menunda pengeksekusian aplikasi sepanjang nilai yang diberikan dalam satuan ms.
  3. MIDletPascal menyediakan 2 fungsi untuk ”mendengar” device keypad, yaitu GetKeyPressed (berfungsi ketika key sedang ditekan secara terus-menerus) dan GetKeyClicked (berfungsi ketika key ditekan kemudian dilepas).

Perhatikan :

Project yang sama tidak dapat di-build ketika project masih running.

To be continued …

 

One thought on “Mencoba Belajar MIDletPascal –Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s