Me VS “Tugas Akhir”

Proses Nyusun Proposal TA (based on my journey to do my last project)

Ini menurut pengalaman pribadi saya sebagai mahasiswa yang masih berkutat dengan TA-nya di Departemen Teknik Informatika IT Telkom, demi mendapatkan gelar ST-nya🙂 setiap orang bisa berbeda-beda dalam menanggapi si “Tugas Akhir” dan dalam perjuangan yang dilaluinya.

1. Sadarkan diri bahwa Tugas Akhir harus dikerjakan
Artinya, walaupun masih jauh dari semester 7 ato 8 dimana TA sudah harus dipikirkan, kita harus kreatif sejak dini untuk memikirkan tema apa yang mau dikerjakan sebagai tugas akhir. Dengan demikian, masih banyak waktu untuk melakukan perubahan dan koreksi.
Ingat juga bahwa tema yang akan kita kerjakan tentunya yang kita sukai. Misal, jaringan komputer, kecerdasan buatan, atau data mining.

Waktu itu masih tahun 2007, kira-kira akhir tahun 2007. Sebelumnya…pengumuman : saya angkatan 2004😉
Saya pikir sudah saat nya untuk mulai menyusun proposal tugas akhir
Saat itu ide berseliweran di kepala saya, mulai dari A-Z (kira-kira begitulah…), sambil cari-cari dukungan ke dosen-dosen SKJK (Sistem Komputer dan Jaringan Komputer), temen2 seperjuangan, dan jalan2 di dunia maya.

Hmmm…surfing di dunia maya…banyak tema-tema yang saya temukan, dari jaringan komputer, keamanan sistem, sampai sistem waktu nyata (Real Time System / RTS). Kemudian saya baca satu per satu … sampai rasa bosan untuk membaca mau tidak mau harus ditunda.
Tema pertama yang saya diskusikan dengan seorang dosen SKJK adalah tentang IDS pada RTS..
Saya diberikan beberapa pertanyaan yang ternyata untuk tema saya itu saja, saya masih bingung menjawabnya. Walaupun saya sudah ikut kuliah RTS (tanpa mengambil SKS-nya) 1 kali dan membaca all slide kuliah beliau. Sampai suatu saat beliau mengatakan bahwa saya jangan memikirkan tentang RTS-nya, tetapi saya disuruh untuk membaca step2 menyusun proposal.

Tema yang kedua adalah Analisis Perbandingan Performansi SCTP dan RTP –> ???

Tema yang ketiga adalah analisis Perbandingan H.323 dan SIP –> ternyata tema ini sudah ada yang pernah mengerjakan…hehehe…

Tema keempat adalah Mekanisme Translasi H.323 ke SIP dan Sebaliknya –> seorang dosen pernah mengatakan bahwa tema ini terlalu kompleks untuk dikerjakan sendiri, karena tema seperti ini biasanya dijadikan project yang dikerjakan oleh team.

Tema Kelima adalah REAL TIME TRANSMISSION FOR MOTION JPEG 2000 OVER MODIFIED STREAM CONTROL TRANSMISSION PROTOCOL HANDOVER

…Fyuuhhhh…

Dan Alhamdulillah tema Penanganan Jitter dan Packet Loss dengan Mekanisme FEC pada New Adaptive Playout Algorithm inilah yang saya buat proposalnya dan saya seminarkan …
Setelah sekian kali berdiskusi dengan calon pembimbing saya (Pak Fazmah dan Bu Vera), dengan pertanyaan yang digencarkan ke saya secara bertubi-tubi oleh beliau-beliau, yang harus saya jawab sebelum mendapatkan tanda-tangan di lembar assessment, sebagai tanda bahwa beliau2 mendukung tema TA saya itu.

2. Pahami langkah2 apa yang harus dikerjakan
Dosen saya pernah becerita, bahwa ada seorang mahasiswa yang datang ke beliau untuk mengajukan judul TA yang berkaitan dengan kernel Linux. Kemudian, beliau bertanya kepada mahasiswa itu, apakah dia pernah memakai Linux. Si mahasiswa pun menjawab bahwa dia baru menginstal Linux dan baru menggunakannya. Dosen saya pun menganggap bahwa TA itu sulit baginya.

So, pengalaman mahasiswa ini juga menjadi salah satu alasan saya tidak mengambil tema RTS. Hmmm..mungkin tidak selalu sulit bagi mahasiswa yang membuat TA terhadap sesuatu yang baru dipelajarinya, tapi bagaimanapun juga TA itu harus dipastikan apakah sseorang mahasiswa mampu mengerjakannya (itulah salah satu tujuan seminar proposal TA).
Jadi, jika kita ingin mengerjakan TA, maka at least kita tahu apa yang akan kita kerjakan, langkah2 umumnya, walaupun soal teknis detil-nya bisa dipikirkan belakangan. Yang penting kita paham langkah2 itu dan sudah dipastikan bahwa metoda2 dan parameter2 yang kita pakai adalah sesuai dengan apa yang mau diteliti di dalam TA kita.

3. Judul via koneksi
Suatu hari saya berjalan2 ke perpustakaan untuk menenangkan diri (jangan salah lho…saya ke perpus bagian pojok rekreasi, ada buku2 non-kuliah dan TV. Hehe..). Tiba2, ada yang menelpon saya dan ternyata beliau adalah pembimbing lapangan waktu saya Kerja Praktek di salah satu kantor PT. Telkom di Bandung. Beliau menawarkan judul TA kepada saya, dan sayangnya saya sudah seminar. Wah..sebenarnya enak juga ya, ada tawaran judul TA plus pembimbing yang berkompeten sudah ada di depan mata. Oke, ambil hikmahnya saja… mungkin kita jangan berpikir di lingkup yang kecil. Emang sih saat itu saya belum pernah berdiskusi dengan pihak2 selain di IT Telkom. Nah, mungkin kita bisa berdiskusi dengan siapapun itu (contohnya dengan pembimbing lapangan Kerja Praktek atau geladi), siapa tahu ada suatu input yang bisa mendukung TA kita.

4. Berburu Dosen Session I
Saya dan beberapa teman saya berpendapat bahwa masa-masa TA juga menjadi masa-masa untuk lebih bersahabat dengan dosen. Bener sih…pengalaman saya, banyak dosen-dosen yang saya teror lewat email, sms, telpon demi mendiskusikan TA saya (Pak, Bu maaf ya…). Dan, ternyata banyak yang saya temukan di sana dari tataran pendidikan itu sendiri sampai tataran persahabatan. Dengan demikian, menjadi mudah bagi saya untuk menentukan dosen pembimbing saya nantinya. Bagi saya pribadi (mungkin beda untuk orang lain), pembimbing adalah yang bisa membuat saya tenang menghadapinya (alias tidak merasa “takut”, walaupun sebenarnya tidak perlu takut sih..), enak diajak berdiskusi, dan yang paling penting adalah kompeten dalam bidang TA saya. Namun, untuk berdiskusi dengan yang lainnya (selain dengan pembimbing) tetap digencarkan…
Tapi inget… tetap sopan ma siapa pun..Insya’Allah mereka akan membantu…

5. Lengkapi Proposal
Nah, setelah mendapatkan referensi pendukung TA kita dari sana-sini, susun deh proposalnya, yang sebelumnya kita juga sudah yakin bahwa kita bisa mengerjakannya dan tema TA kita itu pun dapat dikerjakan. Sesuaikan dengan format proposal dari kampus kita. Kemudian minta pendapat mengenai proposal kita ke beberapa dosen atau teman2 yang sudah seminar duluan yang bagus proposalnya. Lalu, lengkapi proposal dengan hal-hal yang harus ada di proposal kita, sesuai dengan tema yang kita ambil.
Pengalaman nih..
Saya mengambil TA tentang Jaringan Komputer, tetapi arsitektur jaringannya tidak saya persiapkan. Nah, karena inilah saya dibantai habis2an oleh dosen penguji. Oke..ini pengalaman.

6. Berburu Dosen Session II
Di Session I kita sudah mendapatkan gambaran mengenai dosen yang akan dijadikan pembimbing.
Pengalaman saya, emang sih ada beberapa dosen yang saya temui untuk mendiskusikan tema TA saya. Tetapi ada 2 dosen yang lebih sering saya temui untuk diskusi lebih detil tentang TA saya. Nah, 2 dosen tersebutlah, yang saya jadikan pembimbing saya. Kemudian, seperti biasa untuk meminta pengesahan beliau2, saya terlebih dahulu diberikan pertanyaan yang bertubi2 mengenai detil TA saya (belajar sabar nih…) yang harus saya jawab. Dan Alhamdulillah, fix beliau2 jadi pembimbing2 saya.

7. Rajin
Agak meleset dari jadwal..hehe..maklum di semester 8 ini masih ada kuliah.
Hmm..intinya sih klu mau cepet TA-nya selesai ya harus rajin mengerjakannya. Mungkin salah satunya adalah atur jadwal ketemuan dengan dosen pembimbing kita. Mungkin 2 kali seminggu, dengan demikian bisa menjadi cambukan untuk rajin ngerjain TA untuk memenuhi deadline tersebut. Saya berharap dosen pembimbing saya sekali2 “marah” kepada saya..klu saya tidak memenuhi deadline.

8. Dari 1-7 semuanya, tetap berusaha, berikhtiar, dan berpasrah pada Allah SWT.
Ya Allah, mudahkanlah TA ini bagiku..dan jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang sabar. Amin ya robbal ‘aalamiin.

Waktu menunjukkan pukul 1.35 waktu laptop.
Semoga kita menjadi hamba Allah SWT yang bermanfaat untuk kebaikan. Amin.

10 thoughts on “Me VS “Tugas Akhir”

  1. lho kok jadi kerajinan ngeblog,…

    suntuk ngerjain ta??
    hwhwhwhw,…

    Poin no 7,…memang dari pengalaman siapapun…
    itu hambatan paling susah😦

    semangat veeeeeeeen!!!!

  2. @ajinugroho
    Trims kak

    @acha
    Amin…Trims kak

    @riyandi

    Bukan buru2, mas. Tapi..begini : “mahasiswa_wi” or “mahasiswi_wi” bukan ketika emang mau lulus, harus mengerjakan tugas akhir atau sejenisnya ?

    Maksudnya kita [baca : penulis] harus sadar klu kita [baca : penulis] akan mengerjakan tugas akhir, kapanpun mau mulai mengerjakan.hehehe…

    ini sih menurut pengalaman saya, setiap orang punya sikap sendiri…terhadap si Tugas Akhir…

  3. Alhamdulillah akhirnya ada yang mau berbagi di blog tentang perjuangan kelarin TA.iya nih mbak..kebetulan dito juga lagi siapin TA buat semester 7 ini,jadi perlu banyak referensi tentang TA’s stuff.makasih buat tulisannya.bagus bgt!izin nge-save ya.

  4. @dito

    Trims Dito. Good Luck ya.
    Oiya..btw yang artikel Air Mata Rasulullah itu…sy dapet dari artikel di SKI, emang sih..artikel aslinya [referensi yang sy pakai] gak nulis sumbernya. ntar deh cari dulu…maaf ya…n trims atas koreksinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s