Sungai dan Laut

Bolak-balik depan tipi, sambil nyiapin pendaftaran sidang [lha.. ini nyiapin sidang ato nonton tipi ya ???🙂 ].

Duduk bentar, dengerin Kultum bertemakan Sungai dan Laut, yang isinya lebih kurang seperti ini :

Laut dan Sungai tidak pernah saling mempengaruhi dalam hal rasa. Laut tetap dengan asinnya dan sungai tetap dengan tawarnya. Para pakar telah menelaah mengapa ketawaran sungai tetap dapat dipertahankan, walaupun sungai berjumlah lebih sedikit daripada lautan, dan walaupun sungai mengalir menuju lautan. Hal ini diantaranya disebabkan sungai terletak di daerah yang lebih tinggi daripada laut.

Selain itu, Sungai, jika kita meminum airnya, maka yang kita dapatkan adalah kesegaran. Sedangkan laut, jika kita meminum airnya maka yang kita dapatkan adalah rasa yang semakin haus.

Dalam hal ini, Sungai ibaratnya adalah mukmin dan laut ibaratnya adalah kafirun. Sungai, walaupun sedikit,tetapi ia merasa puas [baca : bersyukur], sedangkan Laut, walaupun lebih luas, tetapi ia tidak pernah merasa puas [baca : tidak bersyukur]. Sungai mampu memisahkan diri dari lautan, itulah seorang mukmin harus mampu memisahkan diri dari kafirun dan dari segala sesuatu yang mengatur diri seorang mukmin yang berasal dari kafirun.

Mukmin yang ingin mencapai pulau harapan harus melewati lautan yang penuh dengan gelombang dan riak-riak berbahaya, oleh karena itu yang diperlukannya adalah perahu yang kuat. Perahu ibarat iman, iman yang kuat, kokoh, tidak terpengaruh oleh selain yang diimaninya, akan mampu menghantarkan penumpangnya ke pulau harapan itu.

Semoga di bulan Ramadhan ini, kita mendapatkan kemenangan, membuang hal-hal di diri dan menjauhi apapun yang bisa merusak iman. Tak terpengaruh oleh segala apapun yang dapat merusak iman, meski bertempat tinggal di tempat yang masih penuh dengan godaan iman. Ini ibarat ikan di lautan yang tidak ikut asin, walaupun lautan telah menjadi habitatnya.

Semoga Allah SWT berikan kepada kita kemenangan, seperti Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin di Perang Badar.


Duhai Rabb, Alhamdulillah, Engkau telah sampaikan aku kepada Bulan Maghfiroh

Bulan yang di dalamnya Segala limpahan rahmat dan ampunan-Mu tercurah melimpah menaungi hamba-Mu yang bertaqwa dan bertaubat

Ya Allah, Engkau buka lebar pintu-pintu syurga Mu

maka, bukakanlah pintu itu selamanya bagi kami

Ya Allah, Engkau tutup rapat pintu-pintu neraka Mu

maka, tutuplah pintu itu selamanya bagi kami

 

Duhai Rabb,

apakah kami sudah penuh harap dalam mengarungi samudera kehidupan ini

mengarungi lautan yang penuh dengan gelombang ujian

dengan perahu agar berhasil kami menuju ke pulau harapan, syurga Mu ?

dan apakah kami juga sudah penuh dengan kekhawatiran kalau-kalau perahu kami terbalik dan

kami pun gagal ke pulau harapan itu, atau ada salah satu di antara kami sajakah yang jatuh ?

Harap dan khawatir ini, sudahkah membalur pada keimanan ku pada Mu , Duhai Rabb Semesta Alam

Apakah aku sudah dengan benar mempersiapkan apapun yang perlu dipersiapkan untuk mendaftar dan melakukan SIDANG di hadapan-Mu, ya Allah

 

Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala fitnah

Bukakanlah hati kami agar kami selalu berjalan di jalan yang Engkau sukai

agar kami senantiasa memurnikan ketaatan hanya kepada-Mu

Sesungguhnya hanya kepada Mu lah kami berlindung dan memohon pertolongan

Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Engkaulah sebaik-baik Penolong

Engkau suka mengampuni, maka ampunilah kami, Ya Allah. Amin…

One thought on “Sungai dan Laut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s