Friendship

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan nengDJ di http://nengdj.blogspot.com/2008/11/pernahkah-kamu-mengalami-sebuah.html , where this content is filed in “friendship“.

Penasaran sebenarnya apa sih arti friendship. Klu secara bahasa friendship dapat diterjemahkan dalam Bhs Indonesia, yaitu persahabatan.

Dalam Wikipedia [http://en.wikipedia.org/wiki/Friendship] , dikatakan friendship, jika memiliki value sbb :

1. Kecenderungan untuk menginginkan yang terbaik bagi orang lain.

2. Simpati dan Empati.

3. Kejujuran, walau mungkin terkadang sulit untuk mengatakan yang benar.

4. Saling memahami satu sama lain.

Di luar pengertian itu semua, saya ingin memaknai friendship seperti ini : mendekati bukan karena kelebihan yang dimilikinya atau kondisinya yang sedang senang, tidak berpikir untuk menjauhinya karena kekurangannya atau kondisinya yang sedang sedih. Yg ada adalah pengertian, empati, dan pemahaman terhadap dia dan kondisinya. Adapun muncul rasa benci, bukan benci karena dirinya, tapi karena sifat buruk nya, dan berusaha untuk membantu dia menyingkirkan sifat buruk itu, membantu dia menggali sifat baiknya, walau apapun sikap dia nantinya terhadap niat baik ini. Tidak mendiamkan ketika si teman bersikap lain dari pada biasanya, apalagi sampai “gosipin” dia. Tetap professional, maksudnya adalah ketika si teman berbuat salah, dia tetap harus diluruskan, ketika kita mendiamkan kesalahan itu, maka kita sudah menjadi teman yang paling jahat.

Tetapi dalam kenyataannya tidak se-ideal itu. walau niat itu muncul di diri, tapi belum tentu kita mendapat perlakuan yang sama. Of Course, niat baik tidaklah mengharapkan balasan serupa dari manusia, tapi biar Allah SWT yang menentukan.

Saya pernah melihat teman saya yang menjauhi diri dari kelompoknya [baca : teman2 yang biasa akrab dengan dia]. Setelah saya tanya, ada apa dengan kondisi yang tidak biasa itu kepada mereka, mereka menjawab bahwa si teman itu merasa tidak berguna daripada yang lain ketika mengerjakan tugas kelompok. Hmm..minder bisa menyebabkan kita jauh dari teman/sahabat kita. Sy rasa sebagai teman baik, kita tidak perlu ikut2 menjauhi dia, karena yang terjadi adalah hubungan yang semakin jauh. Dalam menanggapi sikap teman yang seperti ini, diperlukan keberanian diri untuk membuang rasa segan (apalagi takut) untuk berusaha mendekatinya kembali, menanyakan ada apa gerangan dari sikap abnormal teman tersebut, sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan jelas dan tidak terjadi salah paham yang berkelanjutan. Dan pertanyaannya adalah BUAT APA SEGAN, BUKANKAH DIA TEMAN/SAHABAT KITA ?

Inilah yang sering saya lihat dan mungkin saya alami sendiri, terkadang kita TAKUT untuk PEDULI terhadap TEMAN/SAHABAT kita sendiri, padahal dikala teman/sahabat kita itu senang, kita yakin bahwa SAYA ADALAH TEMAN MU, tetapi KEMANA ketika teman kita itu sedih. Ada yang menarik berhubungan dengan hal ini :

Dari http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071108231924AAiLYxd.

2 thoughts on “Friendship

  1. Knapa ven,kok tb2 nulis ttg friendship,dr ta

    Ada apa ini :d

    ‘ktika tmen bbuat slah,kt hrus ingetin.klo ga,kt sndiri jd tmen yg jahat’
    Jd inget dulu…ingetin tmen,tp malah d jauhin😦,
    carany mgkn yg salah

    Nasib nasib…

  2. terinspirasi dari tulisan nengDJ. Truz kebanyakan sih selama saya bergaul [soak gaul🙂 ] di ITT, ya seperti itu kejadiannya, segan untuk memberitahu klu perbuatan “temen” itu salah.Include me..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s