Tak Bersahabat Lagi

Hujan…hujan…

Beberapa hari ini kawasan Dayeuhkolot-Bandung Selatan diguyur hujan deras. Ada sebagian orang yang senang akan kehadiran gejala alam ini, namun ada sebagian lagi yang lain yang kwalahan menghadapi banjir besar disebabkan hujan tadi. Malam ini, sekitar pukul setengah dua belas, khadimat sy SMS kepada sy bahwa rumahnya dan rumah-rumah yang lain kena banjir besar dengan tinggi permukaan air yang bervariasi, mulai dari sepinggang orang dewasa, sampai benar-benar hamper menenggelami rumah-rumah penduduk. Sebenarnya kejadian ini sudah sangat sering dialami mereka ketika hujan deras datang. Banjir disebabkan Sungai Cikapundung yang melewati kawasan tersebut sudah tidak mampu lagi menampung pasokan air dari langit. Dan menurut keterangan beliau, TIDAK ADA petugas PMI/PMR/KSR dll yang serupa yang berjaga-jaga di sana. Masjid dijadikan pengungsian, pasokan makanan berupa mie instant diperoleh dari Ketua RW mereka, dan selebihnya adalah mengandalkan kemurahan hati pengemudi kendaraan yang melewati kawasan ini, dan rata-rata adalah berupa uang. Sebenarnya rumah khadimat sy itu jika banjir datang, ketinggian airnya hanya sebatas lutut orang dewasa. Namun, kali ini tinggi permukaan air jauh melebihi itu. Ternyata saat hujan, dan di saat rumah-rumah yang lainnya terendam air sungai yang berasal dari depan atau belakang rumah mereka, air di rumahnya justru berasal dari dalam rumah, tiba-tiba lantai dalam rumah retak, dan tananya terbelah, kemudian menyemburkan air dalam jumlah yang banyak. Sy jadi khawatir tanah tempat rumah2 itu didirikan sudah tidak tahan lagi menopangnya.

Dalam Al Qur’an, hujan merupakan salah satu rizki dari Allah SWT, yang seharusnya membuat orang-orang menjadi gembira.

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)

“Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa” (Al Qur’an, 30:49)

Lalu mengapa pada kenyataannya hujan malah menjadi bencana ? Apakah alam sudah tak bersahabat lagi dengan kita ?

Mungkinkah ini suatu teguran dari Allah SWT untuk kita ? Kita yang sering lalai dan lupa terhadap segala perintah-Nya dan rajin melakukan segala larangan-Nya ? Yang pasti jika Allah SWT menegur kita, berarti Allah SWT masih menyayangi kita. Teguran Allah SWT akan membuat setiap hamba-Nya menjadi orang yang memiliki kualitas diri yang lebih baik dihadapan-Nya.

Semoga kita menjadi hamba-Nya yang berkualitas di hadapan-Nya. Dengan segala bencana yang sedang kita hadapi ini semoga menjadikan kita lebih baik dalam memaknai tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT.

2 thoughts on “Tak Bersahabat Lagi

  1. Amin. but yang harus diinget segala keburukan yang terjadi asalnya adalah dari manusia itu sendiri. dan segala kebaikan hanya datang dari Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s