Hobby membawa sengsara

Hobby biasanya merupakan suatu hal yang membuat si pelakunya gembira ataupun dapat melupakan sejenak duka laranya. Biasanya si empunya hobby akan meluangkan waktu demi terlaksananya hobby dan pada suatu titik tertentu mencapai ketenangan dan kebahagiaan tersendiri baginya. Tapi apakah hobby ini bisa menjadikan pemiliknya egois ?

Kita beralih sejenak ke hasil sedikit obrolan dengan seorang penduduk yang rumahnya selalu terkena banjir. Sebelumnya, saya sangat kagum kepada saudara2 kita yang menjadi petugas kebersihan yang sering membawa sampah rumah/kos dari depan rumah/kos kita sehingga rumah/kos kita pun menjadi tampak lebih bersih. Wah, sungguh pekerjaan yang mulia. Tapi, apa jadinya ketika kebaikan itu hanya sampai di sana ? Yups, berdasarkan keterangan salah satu warga di Sukabirus (sebut saja “N”), ternyata sampah2 yang sehari-hari dibersihkan dari depan rumah/kosan kita itu sebagian dibuang di tempat pembuangan akhir dan ironisnya sebagian lagi dibuang ke sungai yang berada tidak jauh dari tempat pembuangan sampah tersebut. Ternyata petugas kebersihan pun juga berperan aktif dalam kegiatan pengotoran sungai. Jika hujan datang, air dari sungai ini akan meluap dan alhasil membanjiri rumah-rumah penduduk. Dan tahukah teman2, banjir pun menghampiri tempat pembuangan sampah tadi. Kemudian sampah2 tersebut hanyut terbawa arus menuju rumah-rumah penduduk. Dapat dibayangkan apa saja yang menuju rumah-rumah penduduk tersebut ? Klu teman2 ada waktu silahkan bisa dilihat salah satu tempat pembuangan sampah di Sukabirus, yang lokasinya dekat dengan sungai. Sehabis banjir, maka tempat pembuangan sampah tersebut akan bersih karena berpindah ke rumah-rumah penduduk dan kemana lagi kemudian dibuang klu tidak ke sungai.

Menurut N, sampah2 itu berasal dari lokasi2 di kota (terutama pasar) yang dilewati sungai. Entah sengaja atau tidak, sadar atau tidak mereka membuang sampah itu ke sungai. Ataukah membuang sampah sudah menjadi hobby-nya ? Mungkin mereka tidak tahu atau tidak pernah merasakan akibat buruk membuang sampah sembarangan (dalam hal ini membuang sampah ke sungai). Sungguh hobby yang menyengsarakan orang lain. Miris rasanya ketika saya tahu bahwa dulu, sebelum sungai Cikapundung menjadi sekotor sekarang ini, air sungai tersebut bisa digunakan oleh penduduk sekitar untuk keperluan rumah tangga sehari-hari. Bening, jernih, segar, dan terdapat batu-batu besar yang sering digunakan untuk mencuci. Sejenak saya bernostalgia dengan keadaan lingkungan yang tidak pernah
saya alami tersebut. Namun, sekarang dikala air sungai tidak sanggup menahan pasokan air hujan, yang ada adalah sampah2 yang tersangkut di pohon-pohon sekitar sungai, disebabkan permukaan air yang tinggi. Air banjir tersebut pun juga menguras kolam pemancingan milik warga, sehingga ikan-ikan di sana berhamburan mengikuti arus air, yang mungkin saja di sungai tersebut nantinya ikan-ikan itu akan mati disebabkan keracunan atau kekurangan oksigen.

Lalu, apakah solusinya ? Dulu sewaktu saya masih di BEM, Departemen Luar Negeri BEM IT Telkom sudah melakukan upaya penanggulangan masalah pengotoran sungai dengan menyediakan tempat-tempat sampah di pemukiman warga. Tapi ternyata, tempat sampah tersebut tidak dioptimalkan, tetap saja sampah-sampah dibuang ke sungai, sungguh hobby yang sulit untuk ditinggalkan ? Ketika hati sudah sedikit lega karena ada petugas sampah yang membersihkan sampah dari kosan saya, eh ternyata sekarang membuat saya tambah geram, karena sampah2 tadi ada yang dibuang ke sungai. Hmm.. apakah menurut teman2 KESADARAN BERLINGKUNGAN BERSIH -lah yang harus dimunculkan di setiap individu ? Lalu, apakah kita harus menunggu diri kita dan mereka itu memiliki kesadarn itu ? ataukah harus menunggu sentilan berupa BANJIR agar kita semua sadar ? Sarana dan prasaranan kebersihan tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran.

Well, AYO SADARKAN DIRI KITA DAN SADARKAN MEREKA UNTUK BERLINGKUNGAN BERSIH, MARI SALING MENGINGATKAN DALAM HAL KEBAIKAN.

8 thoughts on “Hobby membawa sengsara

  1. mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar aja dulu bro, ingetin temen2 yang suka buang sampah sembarangan, jangan lupa kita sendiri beri contoh juga…

  2. hoo baru tahu sayah. terus percuma donk buang sampah pada tempatnya. sedikit ironis bahwa kampus yang katanya center of excelent (betul gak nulisnya) sekitarnya ambruk. Yah mungkin sesuai karena centernya good tapi sekitarnya poor😛

  3. @BayuHebat

    Yah gak percuma juga. at least, qt bisa menyumbang sedikit tenaga untuk menjaga kebersihan. btw lucu juga analoginya, center-nya aja yang oke, tapi sekitarnya ambruk. ckckck…

  4. Iya nih.. yang paling susah tuh,…………
    ……………………………………
    ……………………………………..
    beresin kamar kosan sendiri… T_T
    malessssss…….
    (do’ain biar insyaf ya…)

  5. hehehe.. iy sama2. biasanya dr sudut hati yang paling dalam gak suka klu ngelihat yang berantakan. Tp percuma klu gak dibarengin dengan tindakan nyata. hati-ucapan-amal.. ya begitulah kesimpulannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s