“A ship in harbour is safe, but that is not what ships are built for”

Hmmm… maen2 ke blog aggregator-nya IT Telkom, sy ubek2 a.k.a baca2 beberapa blog yg dah ter-update di sana. Dan, kemudian berlabuhlah sy juga di http://fish6chan.wordpress.com/2008/12/15/bergeraklah/ dan http://fish6chan.wordpress.com/2008/12/15/121/ , nice post. Biz, baca blog ini sy jadi teringet salah satu file gambar yang dah lama mengendap di kompi sy.

Suatu ungkapan yang bagus, menurut sy. “A ship in harbour is safe, but that is not what ships are built for”, secara tidak langsung menunjukkan bahwa si pembuat kapal gak begitu saja tiba-tiba membuat kapal tanpa adanya maksud tertentu. Of course, kapal DIMANFAATKAN untuk kepentingan manusia, yaitu menjadi salah satu alat transportasi yang sangat dibutuhkan. Emang sih, kadang kala dalam perjalanannya menghantarkan barang atau orang-orang ke pulau seberang, tak jarang si kapal mengalami kerusakan karena berbagai penyebab. Kapal pun terombang-ambing oleh ombak, badai, atau mungkin saja tertabrak batu karang. Tetapi kenyataannya orang tidak jera untuk tidak menggunakan kapal sebagai salah satu kendaraan transportasi. Tidak pula serta merta ada keputusan untuk tidak mengembangkan layar si kapal karena takut kapal rusak, dll. Ya.. kalopun rusak, pasti ada suatu perbaikan, sehingga kapal pun kembali berlayar.

Oke, itu hanya kapal, benda mati yang begitu bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Nah, gimana kita yang diberi kemampuan lebih dibandingkan kapal, yaitu bernapas. Yups. We’re alive !!! and of course, Sang Pencipta menciptakan kita BUKAN untuk kesia-siaan belaka. Oke, coba kita ubah sedikit quote tadi, seperti ini : “a human with his/her silent is safe, but that is not what humans are created for”. Terkadang kita merasa aman, tenang, damai jika kita tidak berbuat sesuatu. Tapi apakah itu tujuan kita (manusia) diciptakan oleh-Nya ??? memang, terkadang dalam tindakan yang kita lakukan itu menimbulkan suatu reaksi baik positif atau negatif bagi kita. Namun, apakah kita terus membisu ketika kebenaran masih tertutupi oleh kepalsuan ??? Hmm.. mungkin tidak sedikit orang yang sebenarnya merasa klu sesuatu itu salah, tetapi tidak banyak pula orang yang berani memperjuangkan kebenaran (of course, yang sy maksud di sini adalah kebenaran yang Allah SWT menjadi acuannya). Banyak hal yang menjadi penyebabnya, diantaranya takut, segan, orang yang salah itu adalah keluarga saya, sahabat saya, teman sepermainan saya, bos saya, dll. Tapi klu dipikir2 kok alasan ini gak logis ya ??? Coba kita perhatikan, dalam keengganan kita untuk mengungkapkan kebenaran, ada rasa takut. Pertanyaannya adalah takut kepada siapa ???, truz segan, ini segan kepada siapa ??? nah, klu masalah kekariban, bukankah klu dia salah, harus kita ingatkan, sebagai perwujudan rasa sayang kita kepada mereka ? Bukannya malah mendiamkan mereka larut dalam kesalahannya. Coba deh, klu kita punya suatu kesalahan dan pada suatu saat kita menerima dampak buruknya. Lalu tiba2 ada seseorang yang datang dan mengatakan “Sebenarnya, sy sudah tahu klu akibatnya akan seperti ini, jika kamu melakukan itu. Maap ya, sy segen sama kamu klu sy menasihati”. Ini sih dah terlambat. Apakah ini yang qt inginkan ? Well, bergeraklah (pinjem ungkapan fish6chan), walau tak jarang kita akan menemui cercaan, makian, sakit hati, dan konco2nya, although dari karib kita, dalam pergerakan kita ini. Bukankah yang qt inginkan adalah nilai yang oke di hadapan-Nya ?😉 Tetep semangat !!! Setiap hari perbaharui semangat.

7 thoughts on ““A ship in harbour is safe, but that is not what ships are built for”

  1. “Bukankah yang kita inginkan adalah nilai yang oke di hadapan-Nya ?”
    bagus tu itu yang kita cari:)
    semoga memperkaya pengalaman hidup kita
    salam kenal
    ….tempatkan dunia di tanganku, bukan di hatiku….

  2. ya saling mengingatkan. klu Fish6chan sayang mbak (hueks..hueks..😉 ), ingatkan mbak y klu salah. hehehe…

    T.Q.S Al-Asr:1-3
    “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”

  3. “A ship in harbour is safe, but that is not what ships are built for”.

    Hm.. kata-kata yang bagus, ven. Makasih udah berbagi.

    Hoii !!!
    Bagi yang masih berlabuh di pelabuhan, sadar dan bangkitlah!
    Saatnya untuk mengarungi luasnya samudra!
    Pantaimu, pelabuhanmu, memang indah.
    Tapi tidakkah kau bosan berdiam disana?
    Apakah kau tahu bahwa jauh disana ada pelabuhan dan pantai-pantai yang lebih indah?
    Maka ambillah resiko dan mulailah berlayar.^^

    (Jangan lupa siapkan bayam. “We’re popaye the sailor man. Tut..tut..”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s