Ada apa dengan …

ada apa dengan negeri ini, hampir setiap hari berita yang terdengar hanyalah pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, pencurian, penyiksaan, penganiayaan, perkelahian, perebutan kekuasaan dengan cara-cara tidak terpuji, perzinahan,penjualan bayi dan wanita, aborsi dan tindakan kejahatan yang lainnya.

ada apa dengan negeri ini dimana hampir setiap hari ucapan-ucapan dan raut wajah sedih yang mengisyaratkan kekecewaan selalu kulihat hampir dimanapun aku menelusuri jalan di negeri ini maupun yang aku saksikan dari pemberitaan di televisi.

ada apa dengan negeri ini dimana setiap perilaku hanya mengharap pujian manusia yang sebenarnya tiada dayanya, mengharapkan kesenangan dari makam2 keramat, berdesakan sampai nyawa tercabut hanya demi Rp 15000 atau celupan batu yang dianggap sakti, saling menunjukkan kekuatan hitam-nya sampai harus membunuh saudaranya, memperebutkan harta warisan bahkan di depan sang pewaris yang hanya menunggu waktu sampai benar2 nyawa tercabut.

ada apa dengan negeri ini, ketika atas nama askeskin kaum miskin sangat berharap pengobatannya di RS menjadi lebih mudah, namun nyatanya sampai berminggu2 bahkan berbulan2 yang ada hanyalah sakit yang semakin menjadi-jadi karena harus menunggu giliran pengobatan.

ada apa dengan negeri ini, ketika ada yang sedang memperebutkan kursi yang bisa mendatangkan berbagai nikmat duniawi dengan menipu rakyat kecil, yang terdengar adalah budi baik kepada rakyat saat kampanye, kemudian saat berhasil menipu rakyat yang dilakukan adalah korupsi, bahkan atas nama kegiatan agama, dan rakyat malah semakin menelan ludah pahit, dan kemudian kembali lagi memperlihatkan budi baiknya saat masa duduk di kursi surga duniawi hampir habis agar dapat duduk di kursi itu lagi.

yang bisa dilakukan rakyat adalah menelan ludah pahit, menahan kekecewaan sampai2 tidak tahu lagi harus berkata apa selain “ya sudahlah, ikhlaskan saja”, menerima uang suap untuk mendukung si seseorang/sekelompok orang yang mau duduk di kursi surga duniawi, namun pada akhirnya mereka harus menempati tempat ‘mewah’ yang sudah disediakan oleh si seseorang/sekelompok orang tadi (baca : pinggiran kali, bawah jembatan, pinggir rel kereta api, jalanan dll).

ada apa ini, dimana orang kaya, orang besar semakin menindas orang miskin dan orang kecil, ada apa dengan negeri ini ketika orang-orang hendak berloyalitas dengannya malah yang ada adalah disiksa dengan dalih ospek atau pembinaan.

ini juga pernah terjadi, ini juga pernah dirasakan, namun ini juga pernah dibasmi habis sampai ke akar-akarnya.

apakah ini yang diperoleh oleh pemujanya di mana ia bertempat tinggal.

Dulu ini pernah terjadi, dimana rakyat kaya semakin kaya, rakyat miskin semakin miskin dan tertindas. anak-anak perempuan dibunuh, para wanita hanya dijadikan sebagai hiburan saja, seorang ibu harus mencocokkan wajah anaknya dengan beberapa pria, dan pria mana yang memiliki wajah yang lebih mirip dengan si anak-lah yang menjadi ayahnya. pencurian dimana-mana, pelecehan HAM terjadi, dll.

namun, ada juga masa dimana semua kejahatan itu tidak terjadi. Ya, masa dimana ketika adzan berkumandang, orang2 segera meninggalkan pekerjaannnya untuk menunaikan sholat 5 waktu, masa dimana ketika pasar ditinggal tidak ada satu pun yang kehilangan/kecurian, masa tidak ada lagi orang yang dizakati karena semua sudah makmur, masa dimana wanita dan pria mendapatkan haknya, masa dimana HAM tidak lagi dilecehkan, masa dimana dzikrullah selalu terdengar dalam setiap perkataan, masa di mana wanita-wanita menjaga auratnya, masa dimana tidak ada perzinahan, tidak ada mabuk2an. yang ada hanyalah kebaikan.

ingin aku kembali ke masa itu, itulah sebuah kemenangan. kemenangan Rasulullah SAW dan para sahabat atas orang-orang kafir dan berhala-berhalanya (taghut).

Itulah masa pemerintahan dimana ulil amri-nya benar2 melaksanakan kewajibannya dan memenuhi hak rakyatnya dengan adil. itulah pemerintahan yang seharusnya mendapatkan kepercayaan dan loyalitas rakyatnya. Bukan pemerintahan yang hanya menjadikan kebaikannya sebagai alat untuk menipu rakyat, untuk memberikan kebahagiaan semu pada rakyatnya, dan hanya untuk memuaskan nafsu duniawinya akan harta, tahta, dan wanita.

Siapakah pemerintahan itu, Apakah yang dilakukan pemerintahan itu, apakah landasannya, kepada siapakah loyalitasnya, apakah sistemnya, apakah undang2nya , sampai2 yang ada hanyalah kebaikan. keburukan sukar ditemukan. Subhanallah.. aku ingin kembali ke masa itu … Duhai Rabb, kabulkanlah pintaku. Amin…

 

 

 

 

Posted in :D

5 thoughts on “Ada apa dengan …

  1. hihi mau komen pake cerpen ahh..

    Suatu hari seorang itik bertanya kepada induknya:

    itik : duhai ibundaku tercinta, kenapa kita dikurung dalam kandang sesempit ini, kita hanya dikeluarkan jika untuk memenuhi kebutuhan makan kita. setelah itu kita dibalikkan ke kandang kembali menunggu telur untuk betina dan daging untuk yang jantan. hidupku berputar putar hanya untuk makan, tidur, bertelur, berkembang biak, mati dan digoreng untuk makanan manusia. tidak bisakah aku merubah keadaan ini?

    bunda itik : bersabarlah nak, memang kita sudah ditakdirkan menjadi binatang ternak, yang diambil telur dan dagingnya serta diperas tenaganya, tapi kita sendiri tidak perlu memikirkan lebih dari itu. sudah diwakilkan oleh mahluk ciptaan Alloh yang bernama manusia

    itik : baiklah bunda, saya hanya berharap pada manusia untuk sadar diri akan fungsi dan perannya di muka bumi. jangan sampai manusia hanya seperti kita-kita ini bunda. hanya mengharapkan orang lain saja. tidak ada daya upaya untuk merubah minimal dirinya sendiri untuk mencari arti dari kebenaran. sadar akan tugasnya. mau untuk diajak serta mengajak. mengenal dan mencontoh perjalanan Rosul, yang dibina dan dibimbing oleh Alloh secara langsung sepanjang hidupnya. Sehingga beliau membimbing sahabatnya hingga akhir hayatnya, dan para sahabatpun mendapat pembinaan dan bimbingan sepanjang hidupnya dari Rosul dan sahabat lainnya. sungguh sistem yang sangat bagus. tapi mengapa banyak yang mengingkarinya?

    bunda itik : itulah manusia anakku, ketika parameter kebenaran bukanlah datang dari Al-Quran dan Hadist maka terjadilah kekacauan.
    Datanglah masa dimana parameter kebenaran dinilai dari banyaknya orang yang menyetujuinya.
    Datanglah masa dimana parameter kebenaran dari opini yang dibentuknya.
    Datanglah masa dimana parameter kebenaran dari banyaknya orang yang mengikutinya.
    Datanglah masa dimana parameter kebenaran dari orang yang dianggapnya pemimpin sebuah golongan tertentu atau negara tertentu.
    Maka menanglah dajjal atas hati orang-orang tersebut

  2. pertanyaan ‘ada apa dengan…’nya udah dijawab tersirat ama penulisnya sendiri, via tulisannya sendiri…

    ditunggu tulisan dng judul ‘bagaimana caranya kembali ke masa itu…’

  3. ^sidik udah bikin SK belum oy?!?!?

    iyap.. tinggal bikin tulisan

    bagaimana caranya??

    diharapkan sih bukan hanya tulisan aja😀

    *berdoa pada Alloh minta petunjuk, tapi begitu petunjuk datang dengan media yang tak disangka kenapa ditolak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s