Taubat Sambel

Tentu sy dan temen2 sekalian pernah menikmati pedasnya sambel. Hmm.. walau hampir setiap orang mengakui pedasnya sambel, tapi toh hampir pula setiap orang gak jera untuk tetep menikmatinya. Ooo ini soal selera… Dan konsekuensinya adalah sakit perut dan cukup minum obat sakit perut untuk mengobatinya, dan next makan sambel lageee…. Tapi beda halnya dengan berbuat dosa. Sy rasa hampir setiap orang tahu kalau perbuatan semacam mencuri, berzina, memfitnah adalah perbuatan dosa dan tahu konsekuensinya apa. Ya ini adalah fitrah setiap manusia. Tapi mengapa dosa2 itu kadang2 terjadi berulang kali (looping), bahkan walaupun si pelaku dosa sudah kena dampak negatifnya, atau bahkan sungguh sangat merugikan orang lain. Apakah berbuat dosa juga persoalan ‘selera’ ??? Perlu diketahui bahwa obat untuk dosa2 itu adalah taubatan nasuha kepada Allah SWT, bukannya taubat sambel. Karena dengan demikian semoga Allah SWT mengampuni segala dosa kita.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ke dalam golongan penolong agama-Mu. Amin”

6 thoughts on “Taubat Sambel

  1. assalamu’alaykum..
    ling po’o kok sambel??
    tp emg bener jg y yg ente blg itu
    (kyk kt upin n ipin) hmm betul, betul.. betul itu, betul itu.. ;p

    semoga qt bukan termasuk golongan yg “taubat sambel”. amin..

    nb: walaupun an suka bgt tuh sm yg namanya sambel, tp ini kgk ada hub-nya y?!? hehehe..

  2. sambel emang topzzz… *halah*

    Hmmm..nyontoh si Ikan Laut oke juga, walau hidup di lautan yang airnya asin, tapi si Ikan Laut itu gak ikut2an asin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s