UNO

UNO disini bukanlah Unified National Organization *emang ada :p*

Dan juga bukan Pak Sandiaga Uno. Hehe..


Ya sedikit cerita tentang UNO ini. Sewaktu liburan lebaran tahun ini. Saya pulang kampung, dan tiba-tiba ingin membeli UNO. Cari sana-sini belum juga ditemukan. Alhamdulillah si Nana, adek saya, rela mengantar saya untuk menemukan toko yang menjual UNO. Setengah jam perjalanan, tibalah kami ke toko khusus menjual hadiah/kado. Saya menanyakan apakah ada UNO ? Namun, bukan UNO yang didapat, tapi wajah pelayan yang bingung UNO itu apa. Hehe.. Pelayan tersebut menanyakan ke temannya sesama pelayan, dengan penuh semangat juang *haha lebay* si pelayan yang ditanya temannya berkata : “Oooo UNO, oke oke.. kemaren ada di sini”. Pelayan tersebut cari-cari posisi yang menurutnya UNO itu berada. Sejenak mondar-mandir. Lalu saya berkata pada adik saya “Alhamdulillah.. Na, ada yang tahu dan jual UNO juga di Jambi” Padahal ada info dari rekan kerja yang tinggal di Cimahi, bahwa beliau susah sekali menemukan penjual UNO (UNO yang saya maksud ini), apalagi di Jambi ya *underestimate mode on :p*.

Beberapa waktu kemudian pelayan masih tetap sibuk mencari, lalu yang membuat saya tercengang dan tertawa adalah pelayan itu berkata : “UNO.. yang ular tangga itu kan”. Saya : “Heh” xixi.. Hadeuh, segera saya dan adik saya berkata “terima kasih” dan meninggalkan TKP :p .Kami tidak melanjutkan perjalanan mencari UNO yang sebenarnya :p , karena sudah malam hehehe…

Jadi, sebenarnya UNO yang saya maksud adalah UNO Stacko. UNO yang terdiri dari balok-balok yang disusun sedemikian rupa sesuai dengan aturan tertentu dan dimainkan oleh beberapa orang. Dan serunya, jika susunan balok ini tidak seimbang, maka balok-balok tersebut akan rubuh dan menghasilkan suara yang sangat berisik. Hehe.. Inilah dia si UNO yang saya maksud :


Sebenarnya ada versi lain dari UNO, yaitu kartu UNO.

 


Sebenarnya saya newbie dalam permainan ini hehe.. tapi katanya aturan bermain UNO Stacko lebih kurang sama antara versi kartu dengan versi balok-nya. Tapi dengan tingkat ke-newbie-an saya ini, saya lebih menyukai versi balok. Karena penuh tantangan dan lebih seru, dan yang jelas lebih berisik. :p

UNO Stacko terdiri dari balok-balok yang berwarna merah, biru, kuning, dan hijau. Balok-balok tersebut diberi nomor dari 1 sampai 4. Tapi ada beberapa balok yang berlabel “reverse”, “skip”, dan “draw two”. Cara bermainnya di googling aja ya😀 .

Yang jelas klu lagi main UNO ini ada tips yang bisa dipakai, misalnya saat mengambil salah satu balok dari tumpukannya, maka sebisa mungkin meja jangan kegeser (misal tumpukan UNO dari awal diletakkan di meja), apalagi tumpukan baloknya kesenggol *ya iyalah*. Kemudian, saat mengambil balok, siku tangan jangan menyentuh meja, apalagi tumpukan balok sudah tidak beraturan dan sudah miring seperti menara Piza, karena dapat memberikan efek tidak seimbang. “Jangan bernapas”, maksudnya tumpukan balok yang sudah tidak beraturan dan memiliki risiko ambruk 80% ke atas, jangan dihembus angin.

Kalau tumpukan UNO sudah goyang kesana kemari alias hampir tidak seimbang, maka ada teknik mengambil balok dari tumpukan yang sulit, seperti memutar balok, atau menyentil balok yang kita mau ambil.

Nah, karena game jumat kemarin saya berhasil dengan sukses merubuhkan tumpukan balok tersebut, saya dapet “reward” menulis artikel tentang UNO vs kinerja kerja *ada gak ya kira-kira* Hehe..

Just sharing.. *sambil masih penasaran, di jambi, toko yang jual UNO Stacko dimana ya :p*


 

3 thoughts on “UNO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s