Egoism

Segala Puji Syukur hanya kepada Allah SWT.. karena kami (aku dan suamiku) masih bisa bertatap mesra di subuh nan indah diiringi suara alam yang merdu, mengiringi kami yang masih diijinkanNya untuk saling mencintai, saling memperbaikki diri dihadapan Allah SWT, dan mengharap ridho-Nya.

Aku sangat bahagia bersandingkan suamiku ini (Hernawan Adi Wibowo). Semoga kelak kami bisa bersama di salah satu istana yang berdiri megah di surga-Nya. Tentunya para istri lainnya juga hendaknya bersyukur karena telah memiliki suami masing-masing, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Aamiin.

Usia pernikahan kami masih terhitung sangat baru, yaitu kurang lebih 7 bulan, dan sekarang calon anggota baru sedang asyik dengan kehidupannya di rahimku. Alhamdulillah. Saat awal pernikahan, aku sangat merasakan pahit manisnya transformasi dari status single menjadi status double (menikah maksudnya :D). Egoisku masih ada bahkan, kurasa itulah keegoisan yang memuncak, sehingga sering menciptakan suasana yang tidak mengenakkan. Tapi seiring perjalanan pernikahan kami ini, Alhamdulillah pelan-pelan kami bisa saling mengikis jubah keegoisan yang masih melekat di punggung kami ini saat itu. Dan hal ini, tidak berlangsung lama, asal kita sendiri yang melakukan percepatan untuk menjadi lebih baik dan senantiasa meminta pertolongan-Nya.

Bagi para pasangan di luar sana, aku yang masih terhitung “ingusan” dalam dunia pernikahan ini, tidak ingin menasihati, hanya berharap semoga keharmonisan dan kasih sayang tulus senantiasa berlimpah dan berkah untuk keluarga masing-masing. Aamiin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s