Hari Ibu

Sumber Gambar : Internet

Hari ini, 22 Desember 2012, hari Ibu, semua orang berbicara dan mengucapkan ungkapan kasih sayang kepada Ibu, baik di situs jejaring sosial, televisi, radio.. dan jaringan telepon atau hp semakin sibuk, dan semakin sibuk pemiliknya menyentuh berbagai gadget dan media, tak lain untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada Ibunya dan seluruh Ibu.. Termasuk postingan serupa, mungkin sedang bertebaran judul postingan “Hari Ibu” di dunia maya dalam menyambut Hari Ibu ini.

Semua berita, bagiku menyentuh, bernuansa haru karena bahagia atau menyedihkan bagiku. Walaupun rasa bahagia atau menyedihkan itu menurut versi diriku sendiri, karena belum tentu demikian yang menyedihkan terasa menyedihkan bagi sebagian Ibu-Ibu di dunia ini, karena mungkin saja hal yang aku anggap menyedihkan itu malah adalah suatu semangat hidup dan bahagia untuk sang Ibu.

Dalam peringatan hari ibu ini, ada lomba balita mengrias wajah Ibunya, sungguh lucu sekali, ada lomba memasak oleh sang suami, dan lain-lain yang terasa menyenangkan. Namun, di bagian lain di negeri ini, ada seorang anak yang tak mengerti hari Ibu, karena sampai seumur ku ini (-+27 tahun) fisiknya yang tak seperti biasa dengan gadis pada umumnya, telah bertahun-tahun kehidupannya dibantu oleh sang ibu. Ya sang Ibu, menggendongnya, memandikannya, memasakkan makanan yang mudah dikunyahnya, karena memang secara fisik sang anak tak mampu melakukannya sendiri, sehingga sang Ibu-lah yang menopang segala hidupnya dengan penuh kesabaran.

Aku tak begitu percaya diri, di sisa umurku ini dapat membalas segala kebaikan Ibu ku sendiri, karena sangat terlalu lama dan banyak, Allah swt telah berkehendak bahwa aku berada di asuhan kasih sayang Ibu ku, sampai detik ini. Namun, aku yakin, Allah swt yang Maha Berkehendak, memperkenankan doa dan keyakinanku, agar aku dapat membahagiakan ibu dan ayahku sebelum aku atau mereka meninggal. Aamiin ^^

So Selamat Hari Ibu ^^

Don’t Judge a Book (Only) by Its Cover

Pagi ini, untuk sekian kalinya aku mempersiapkan keperluan suamiku yang akan ke luar kota karena tugas negara :p bersama salah satu stafnya di perusahaan. Pikiranku sesaat bercabang-cabang mempersiapkan pakaian, gadget, laptop, sarapan, sepatu, yang tentunya beberapa persiapan tersebut ada pre persiapannya, seperti memanaskan nasi, sayur, lauk dan menyemir sepatu. Aku merasa kesepian, walau memang beberapa kali sepagi ini, suamiku harus berangkat ke luar kota. Mungkin hal ini disebabkan sudah tambah waktu kami bersama dalam keluarga kecil kami, apalagi bayi kami yang beberapa bulan lagi akan lahir, sudah cukup aktif merespon ketukan jahil bundanya :p , namun tampaknya masih malu-malu untuk beraksi ketika ayahnya mendekatkan telinga atau memegang perutku.

Ya, setelah pernikahan kami, begitu banyak hal-hal yang telah kulewati dan kurasakan bersama suamiku. Ada suka dan duka. Kok duka ? ya jujur saja, ada masa transformasi dari status “single” ke “double” (menikah maksudnya), yaitu meliputi segala kewajiban dan kebiasaan yang notabene harus mendapatkan ijin (baca : ridho) dari suami ku tercinta. Tapi memang harus begitu, agar ridho Allah swt (bismillah) menghampiriku (dan tentu suamiku yang sangat menyayangiku).

Semakin hari aku semakin terkejut, sosok “seperti itu” kah dulu yang tak pernah aku bayangkan menjadi suami ku. Dulu, berbagai kriteria kupajang di hatiku, terhadap sesosok pendamping hidup yang aku belum / tak tahu siapa, atau bahkan mungkin ada sample-sample yang bertebaran di lingkungan kampus ku. Namun yang ada hanya menjadi penyakit hati. Dan bersama suamiku, aku membuktikan dalam hidupku bahwa jangan menjustifikasi buku hanya dari bungkusnya. Ya kini “orang itu” adalah salah satu guru terbaik dalam hidupku, mengajarkan ku hal-hal sederhana namun dapat mempengaruhi sah atau tidaknya ibadahku, terutama ibadah wajibku. Menghantarkan aku untuk lebih mendekat dengan teladan kami, Rasulullah saw, mengajarkan aku untuk lebih memikirkan secara “serius” apakah Allah swt ridho atau tidak pada ku. Ya setidaknya upaya-upaya yang mungkin selama ini, aku membiarkannya dan terhadap hal yang belum aku ketahui, aku jarang mencari tahu. Alhamdulillah…

Semoga hati suamiku dan aku berlumur pekat cahaya hidayah dan istiqomah yang tak akan pernah luntur seiring jatah hidup kami yang setiap waktu berkurang di dunia ini.

Menjadi manfaat yang sebesar-besarnya untuk agama, keluarga dan orang lain… (dan berdoa tentang hal lainnya untuk jadi lebih baik dan baik)… Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin

Foto di Hari Pernikahanku, bersama Budhe dan Pakdhe

Egoism

Segala Puji Syukur hanya kepada Allah SWT.. karena kami (aku dan suamiku) masih bisa bertatap mesra di subuh nan indah diiringi suara alam yang merdu, mengiringi kami yang masih diijinkanNya untuk saling mencintai, saling memperbaikki diri dihadapan Allah SWT, dan mengharap ridho-Nya.

Aku sangat bahagia bersandingkan suamiku ini (Hernawan Adi Wibowo). Semoga kelak kami bisa bersama di salah satu istana yang berdiri megah di surga-Nya. Tentunya para istri lainnya juga hendaknya bersyukur karena telah memiliki suami masing-masing, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Aamiin.

Usia pernikahan kami masih terhitung sangat baru, yaitu kurang lebih 7 bulan, dan sekarang calon anggota baru sedang asyik dengan kehidupannya di rahimku. Alhamdulillah. Saat awal pernikahan, aku sangat merasakan pahit manisnya transformasi dari status single menjadi status double (menikah maksudnya :D). Egoisku masih ada bahkan, kurasa itulah keegoisan yang memuncak, sehingga sering menciptakan suasana yang tidak mengenakkan. Tapi seiring perjalanan pernikahan kami ini, Alhamdulillah pelan-pelan kami bisa saling mengikis jubah keegoisan yang masih melekat di punggung kami ini saat itu. Dan hal ini, tidak berlangsung lama, asal kita sendiri yang melakukan percepatan untuk menjadi lebih baik dan senantiasa meminta pertolongan-Nya.

Bagi para pasangan di luar sana, aku yang masih terhitung “ingusan” dalam dunia pernikahan ini, tidak ingin menasihati, hanya berharap semoga keharmonisan dan kasih sayang tulus senantiasa berlimpah dan berkah untuk keluarga masing-masing. Aamiin.

 

My Baby

Alhamdulillah…

Kini aku sedang mengandung anak mas Hernawan Adi Wibowo, suamiku. Usianya sudah masuk 4 bulan. Dalam rahimku dia jungkir balik, lucu… Tapi kasihan, terakhir periksa kemarin, ruang untuk bayiku sempit, karena aku kurang minum. Maafkan bunda sayang, astaghfirullah. Ya sejatinya saran dari dokter setiap 1 jam sekali aku harus minum segelas air. Efeknya aku jadi sering bolak balik kamar kecil hehe.. Tapi tidak apa-apa, demi bayiku agar lincah dan sehat selalu ^^ Untuk bunda yang lainnya, jangan sampai kurang minum yah, kasihan dedeknya.

Tantangan pada tahun ini saat aku mengandung anak pertamaku, salah satunya adalah aku harus segera menyelesaikan thesis ku, dan aku harus wisuda pada Maret 2013. Tak jarang konsentrasiku terganggu dengan hal-hal sepele, astaghfirullah.. Aku berlindung kepada Allah SWT dari amal dan perbuatan yang sia-sia. Aamiin..

Aku harus berusaha konsentrasi melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti membantu bisnis suamiku, menyelesaikan thesisku, dan membuat tulisan yang bermanfaat. Semua kulakukan harus dalam suasana yang menyenangkan. Suasana yang menyenangkan itu tergantung fikiran dan keikhlasan kita. So, jalani semua dengan ikhlas ^^

Alhamdulillah.. bayiku sehat, tidak rewel, semoga kau selalu sehat ya, nak. Bunda dan Ayah sayang padamu selalu ^^

2012

Alhamdulillah..

Kembali ke blog ku yang sempat terlantar sekian lama. Maaf, karena beberapa kali hanya menjadikanmu sebagai tempat curahan kesedihan. Dan untuk selanjutnya semoga aku bisa sharing hal-hal yang lebih bermanfaat melaluimu, blog ku :D

Sekarang aku sudah menikah dengan seorang yang aku cintai, yaitu suamiku, Hernawan Adi Wibowo. Dia suamiku, sekaligus “guru”ku. Alhamdulillah.. dari dialah aku lebih memahami secara praktis, sekelumit tentang bersikap ikhlas, dan terutama bersedekah. Ya, sedekah, hal yang sering kulakukan dengan biasa saja, sangat biasa, dan bahkan kurang. Padahal sedekah itu (menurutku) harus diperlakukan dengan sangat luar biasa ^__^ , ya berbagi dengan sesama, hanya mengharapkan ridho Allah swt. Terima kasih sayang ku, suamiku.

Dari kehidupannya pula, Allah swt telah mengajariku memberikan yang terbaik (bukan yang biasa) untuk orang lain. Ya.. sekelumit pengorbanan yang jarang aku lakukan sebelumnya, melainkan hanya 2,5% itu dan beberapa lembar ribu rupiah. Terima kasih ya Allah.

Selain itu, terkait silaturrahim.. ah benar-benar praktis, aku melihatnya dalam diri dia. Beribu-ribu kali.. terima kasih ya Allah..

Semoga aku bisa mempraktikkan dua hal tersebut (sedekah dan silaturrahim) sesuai dengan cara yang Allah swt kehendaki.. Aamiin

Iklan Pabrik Seragam Online

PabrikSeragamOnline

Ingin pesan seragam untuk keperluan kantor, sekolah, instansi, organisasi, club dan lain-lain?

SEGERA Hubungi 022-72524747, 0811272069, 085720105871, PIN BB: 25FA4734. ATAU Kunjungi website kami www.pabrikseragamonline.com

Kami solusinya, PabrikSeragamOnline adalah pabrik seragam yang berdomisili di Bandung yang mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu dalam proses pembuatan berbagai macam pakaian seragam seperti Seragam Kerja, Seragam Sekolah, Seragam Kantor dan Baju Seragam lainnya. Melalui PabrikSeragamOnline anda dapat membuat seragam dari manapun anda berada. Anda bisa membuat seragam sesuai dengan desain yang sesuai dengan kenginan anda, dan Anda dapat memesan secara online melalui website kami tanpa harus repot datang ke kantor kami, dengan begitu Anda akan meghemat waktu dan biaya, serta akan sangat memudahkan bagi Anda yang berada di luar wilayah kota Bandung.

What a lucky me

Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..

Terima kasih ya Allah.. begitu banyak bantuanMu yang Engkau berikan padaku melalui orang di sekitarku. *tolong aku, Rabb, agar aku menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain*

Engkau mengetahui apa yang sebenarnya aku inginkan dan aku butuhkan, dengan mengalirkan ketenangan dalam hatiku dan diriku, dan dengan melancarkan lisanku. *tolong aku, Rabb, agar aku senantiasa bersyukur*

Aku akan memantaskan diriku untuk sesuatu yang jauh lebih baik dari yang pernah aku bayangkan selama ini. *tolong aku, Rabb, agar aku pantas*

Aku menyadari Engkau sedang mempersiapkan hamba-hamba Mu untuk sesuatu yang lebih baik. *tolong aku, Rabb, agar aku siap*

Terima kasih Rabb, atas kesabaran ini, atas keikhlasan ini. Semakin hari.. aku semakin menyadari betapa beruntungnya diriku. *tolong aku, Rabb, agar aku tetap istiqomah*

Terima kasih Rabb atas skenario mu yang maha sempurna dalam hidupku, hingga aku jauh merasa bahagia saat ini, dan aku yakin seterusnya dalam hidupku kebahagiaan tersebut akan terus mengalir dalam hidupku.

Alhamdulillah.. atas semua karuniaMu Rabb.. kemarin, saat ini, dan nanti …


 

Both Of You

Terkadang rasa rindu ini tiba-tiba muncul. Kepada kedua adikku yang kira-kira 6 tahun belakangan ini, 6 kali pula aku bisa bertemu dengan mereka, ya saat liburan lebaran Id Fitri. Tapi pernah juga sekali adikku bermain ke Bandung.

Banyak hal yang telah terjadi, dan banyak pula yang aku tidak ketahui. Yang aku tahu adalah bahwa aku masih saja menganggap kedua adikku seperti anak kecil.

Padahal, nenekku (alm) pernah berpesan agar aku tidak terlalu memanjakan mereka, terutama si bungsu. Jadi ingat saat dulu aku sering ‘mengganggu’ si bungsu, sampai-sampai dia nangis. Atau sering kali dia duduk di kakiku lalu aku mengangkatnya tinggi-tinggi, dia pun tertawa. Tapi itu dulu, saat aku hmm mungkin masih bersekolah di SD.

Kira-kira setelah si bungsu di bangku SMA, dia pasti protes kalau aku masih memperlakukannya seperti anak kecil. Yaaah …. Klu si tengah sih aman damai lah dia, bebas dari ‘gangguan’ ku. Semoga begitu :D

Tentang si tengah, jadi inget dulu pernah rebutan kaos kaki saat mau pergi ikut kegiatan pramuka di sekolah. Hehe.. tapi habis berantem, nyesel juga. Atau pernah dulu waktu si bungsu TK, sedangkan aku dan si tengah masih SD, malam-malam kami ‘teriak-teriak’ melafalkan do’a.

Ah, sekarang mereka sudah dewasa, rasanya tidak bisa lagi aku ‘mengganggu’ mereka, apalagi sampai nangis.

Inilah yang membuatku tidak bosan nelpon ke rumah, berbicara dengan mereka, walopun sebagian besar waktu nelpon adalah dengan mom. Curhat sama mom begitu menyenangkan.

Rabb…jagalah mereka selalu di jalan-Mu, dan ijinkanlah kami dan kedua orang tua kami berjumpa dengan-Mu di Syurga-Mu. Amiiin…