topologi, jangan lieur ah …. ^_^

September 17, 2009

.. ..

Filed under: Common — yuniara @ 2:37 pm

sabar..sabar..
tenang..tenang..
ikhlas..ikhlas..
ikhtiar..ikhtiar..
pasrah..pasrah..
istiqomah..
BISMILLAH..

September 5, 2009

Because of You ….

Filed under: Common — yuniara @ 12:08 pm

Sy sering “belajar” dari orang-orang lain di sekitar sy, bagaimana sikap mereka dalam menghadapi pelbagai jenis persoalan. Hmm.. sy suka diam dulu, ketika kami menghadapi persoalan yang sama, karena sy sedang memperhatikan bagaimana seseorang itu menghadapinya. Walau terkadang sebenarnya saat itu sy sedang panik :D .Banyak sekali pelajaran yang sy dapatkan, mulai dari bagaimana untuk tenang, rileks, realistis, namun kewajiban tetap dilaksanakan. Yup, melaksanakan kewajiban dengan tenang dan bertanggung jawab.

Sy melihat di antara mereka ada yang panik (yang ini membuat suasana semakin tegang.. dan tentu membuat sy jadi tambah panik), ada yang rileks, ada yang masih sempat bercanda, ada yang marah-marah, dan lain-lain. Tentu sy yakin semuanya itu masih dalam konteks “serius”, walau dibungkus dengan tampilan yang berbeda.

Sy tidak menelan mentah-mentah “cara” mereka dalam menghadapi persoalan, tentu karena sy punya karakter sendiri (karena kami adalah orang yang berbeda), walau sy juga sering mencoba mengaplikasikan “cara” mereka. Terkadang sy berpikir, mengapa sy tidak menjadi diri sy sendiri. Inilah “aku” dalam menghadapi persoalan itu. Hehehe.. terlepas itu semua, entah itu “cara” sy atau “cara” orang lain yang sy pinjam dalam menghadapi suatu persoalan, sy harus tahu karena Siapa sy melakukannya…

 

Duhai Allah, Engkau-lah Rabb Semesta Alam, Engkau Maha Mengetahui, jadikanlah kami termasuk kedalam orang-orang yang berbakti kepada-Mu dan sampaikanlah kami kepada keridhoan-Mu sampai Engkau mewafatkan kami dalam khusnul khotimah… Amin Yaa Robbal ‘Aalamiin…

 

 

August 15, 2009

Perasaan yang Mengganggu

Filed under: Common — yuniara @ 2:50 pm

Terkadang kita sering merasa riweh sendiri, tiba-tiba kesal sendiri, dan perasaan-perasaan mengganggu lainnya. Yupz, Jumat pagi, entah kenapa tiba-tiba saya merasa riweh (ditambah panasnya Jakarta ^_^). Lalu seperti biasa, ini yang saya lakukan, diantaranya adalah :

  1. Tarik nafas dalam-dalam
  2. Hembuskan nafas dengan semangat, terkadang mengeluarkan suara seperti “HOSH!!!”
  3. Tenangkan pikiran dan hati, bersikap rileks
  4. Berpikir positif
  5. Tersenyum
  6. Jangan diam saja, mengalir saja dengan teman-teman sekitar (karena jika kita diam saja, terkadang kita merasa sendiri dan beranggapan “Duh, orang-orang ini ternyata tidak mengerti aku”)
  7. Bismillah then lakukan aktivitas seperti biasa ^_^

Dengan demikian, Alhamdulillah kurang lebih cara ini ampuh untuk saya dalam usaha pengusiran perasaan2 mengganggu itu. Hehe…

May 25, 2009

Pejuang

Filed under: Common — yuniara @ 2:57 pm

Dia seorang hamba Allah yang mencintai-Nya sepenuh hati
Dia yang selalu mengobarkan api pengorbanan karena kecintaannya pada-Nya
Dia salah satu yang telah membuka hati ku untuk mengerti bagaimana nikmatnya bersabar
Dia salah satu yang mengajari aku bagaimana mengatur harapanku
Duhai Rabb, berikanlah kebaikan dunia akhirat kepadanya.. dan jauhkanlah ia dari segala fitnah..
Amin..

April 27, 2009

Rasulullah SAW telah wafat ….

Filed under: Common — yuniara @ 11:15 am
Tags:

Setiap pemilu diadakan di negara yang mengadakannya, pasti akan ada yang terganti dan yang mengganti, yaitu presiden dan wakil presidennya, bahkan perangkat-perangkat pemerintahannya. Setiap masa kekuasaan sudah selesai atau sudah tergeserkan, maka negara ini butuh pemimpin, misal presiden, tidak mungkin bangku kekuasaan itu kosong. Selalu saja ada yang mengganti, bisa dengan/bukan orang yang sama, dengan/bukan orang yang serupa. Apakah jika masih dalam perjalanan kekuasaannya pun, presiden tersebut meninggal, apakah bangku tersebut masih diharapkan diduduki oleh orang yang sama (yang telah meninggal tersebut) ataukah menunggu masa pemilu mendatang untuk mendapatkan penggantinya.
Presiden identik dengan kekuasaan dan pemimpin. Selain haknya untuk berkuasa, maka kewajibannya adalah untuk memakmurkan siapa saja yang dipimpinnya. Maka yang sebenarnya terjadi adalah tidak ada yang diganti, sekalipun masa kepresidenan telah selesai ataupun presiden tersebut meninggal, karena sebenarnya yang terjadi adalah fungsi kepresidenan yang diteruskan. Yupz, fungsinya sebagai pemimpin, tetap diteruskan, sekalipun presiden tersebut diganti orangnya atau meninggal dunia.
Dalam suatu masyarakat pemimpin (ulil amri) itu pasti ada.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa 4: 59).
Sebagai orang awam, dari ayat ini jelaslah jika terjadi permasalahan, perbedaan pendapat (seperti yang sering terjadi di negara itu ^_^), maka yang harus dirujuk adalah hanya Al Qur’an dan Sunnahnya.
Sebagai yang dipimpin pun memiliki kewajiban untuk mematuhi pemimpin tersebut. Coba lirik hadits berikut.
“Anda wajib patuh dan setia pada pemimpin, baik dalam keadaan susah maupun senang, suka atau benci, dan biarpun merugikan kepentinganmu.” (H.R. Muslim).
Tetapi, pemimpin yang seperti apa yang harus dipatuhi. Coba lihat hadits berikut.
Laa thaa’ata fii ma’syiyati al Khaaliq (Tidak wajib taat pada makhluk yang menyuruh maksiat pada Allah swt.).” (H.R. Muslim)
Saya sebagai orang awam pernah punya suatu pengalaman dengan seseorang mengenai cara hidup dan terutama pola perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan Dien Islam ini, yang tiba-tiba orang tersebut berkata “Rasulullullah kan sudah meninggal”. Yupz, sodara2, Rasulullah adalah manusia seperti kita, yang pasti mengalami fase kematian. Tapi, apakah dengan ketiadaan Rasululullah bersama kita, menjadikan perjuangan tersebut terhenti, menjadikan Qur’an dan Sunnah tidak diberlakukan lagi atau dicampur dengan hukum lain ??
Apakah seperti itu ?
Bukankah Al Quran merupakan satu-satunya pedoman hidup manusia sepanjang masa sampai dunia ini kiamat. Bagaimana dengan as Sunnah ? Adapun As Sunnah adalah interpretasi Al Qur’an itu sendiri.
Ketika Assaiyidah `Aisyah Radhiallahu’anha ditanya mengenai kelakuan, perangai dan perjalanan hidup Rasulullah SAW maka beliau menjawab: yang bermaksud: “kelakuan dan perjalanan hidup beliau [Rasulullah SAW] itu ialah Al-Quran” (Hadis riwayat Nasai)

So, walaupun Rasulullah SAW dan para sahabat telah meninggal, perjuangan harus tetap dilanjutkan (tentu dengan pola perjuangan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW) …. Selamat berkiprah dalam dunia perjuangan ^_^

April 23, 2009

“kupu-kupu yang hinggap di kertas putih”

Filed under: Common — yuniara @ 4:37 pm

seperti kertas putih
hendak dan ingin ditulis
dengan tinta kebaikan
keluguan terpancar dari sucinya

seperti kupu-kupu yang rendah hati
setiap hari terpancar cerianya
dengan kemegahan hatinya yang merendah
memberikan semburat pelangi dari sayapnya

bagaimana jika jadi kupu-kupu putih
masih tetap terpancar kemegahannya
dirasa hangatnya sinar
oleh yang menyentuh bayangannya setiap hari

seperti kertas putih
seperti kupu-kupu yang rendah hati
memancarkan keluguan
dan kemegahan tanpa hati yang tinggi

semoga tetap begitu …
mencari kebaikan setiap hari …

April 20, 2009

Lihatlah ke Atas

Filed under: Common — yuniara @ 10:08 am

Terkadang dalam hidup ini kita (baca : aku) merasa tidak seberuntung orang lain. Kita merasa tidak puas akan apa yang telah dimiliki (‘dititipkan oleh Allah SWT’) kita. Bahkan, ada keinginan-keinginan untuk dapat melebihi orang lain. Dan di long term memory kita sudah ditanami oleh (mungkin) orang tua, kakak, adik, teman, guru, dll, bahwa untuk mengatasinya adalah dengan melihat ke bawah. Artinya adalah bahwa ketika kita mengetahui ada di luar sana, orang-orang yang tidak seberuntung kita masih tetap tersenyum bahkan untuk sekedar menemukan sesuap nasi di onggokan sampah, yupz onggokan sampah yang mungkin kita enggan sekali melepaskan tangan kita dari hidung kita saat melewatinya.

Tapi, mengapa hasrat untuk ‘cemburu’ pada orang lain itu masih merah arangnya dan masih berkibar mesra di dalam tungku hati dan tiang benak kita (baca : aku) ? Hmm.. coba kita sedikit menggeserkan ungkapan ‘lihatlah ke bawah’ menjadi ‘lihatlah ke atas’. ‘Lihatlah ke atas’ bukan berarti kita melihat kemewahan dan pangkat yang sedang melambai-lambai kepada kita dari balik punggung seseorang yang sedang merasakan nikmat dunia itu. Bukan pula secara lahir kita melamun menatap ke awan, atas rumah, atas pohon, dll (^_^ hehehe…). Akan tetapi, yang dimaksud ‘melihat ke atas’ di sini adalah bahwa segala ‘kebesaran’,'kemewahan’,'kekuasaan’,'pujian’ adalah hanya dimiliki oleh Dzat yang Maha Esa, yaitu Allah SWT yang Maha Besar, Maha Kuasa. Ketika kita meyakini bahwa sesungguhnya puja-pujian itu hanya milik Allah SWT, dan kita berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, sungguh secara perlahan namun pasti ‘kecemburuan’ terhadap nikmat duniawi itu perlahan akan memudar (dan semoga hilang). Setiap orang yang yakin akan kekuasaan Allah SWT terhadapnya, maka setiap kejadian dijadikannya sebagai nikmat dari Allah SWT, sehingga dengan demikian hari demi hari, kita akan berusaha meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT (bukan dihadapan makhluk). Jika sudah demikian, hati akan menjadi tenang, akan lebih dapat bersimpati dan berempati terhadap orang lain dan lingkungan, sehingga menjadikan segala sesuatu yang dilakukannya tetap berada di koridor yang Allah SWT sukai. ‘Melihat ke atas’ telah melingkupi arti ‘melihat ke bawah’ selama ini. Meyakinkan diri bahwa Allah SWT lebih tahu siapa dan kebutuhan kita, melebihi diri kita sendiri. So, ‘Lihatlah ke atas’.

April 7, 2009

Salah satu lirik lagu

Filed under: 1 — yuniara @ 12:01 pm
Tags:

Keimanan

Andai matahari di tangan kananku
takkan mampu mengubah yakinku
terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati

Bilakah rembulan di tangan kiriku
takkan sanggup mengganti imanku
jiwa dan raga ini apapun adanya

Andaikan seribu siksaan
terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
seujung rambut pun, aku takkan bimbang
jalan ini yang kutempuh

Bilakah ajal kan menjelang
jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan
cintaku hanyalah untuk-Mu
tetapkan muslimku selalu

April 1, 2009

diamnya cerita

Filed under: 1 — yuniara @ 2:36 pm

Jika aku harus diam, aku akan diam
Jika aku harus bersuara, aku akan bercerita
Aku diam agar yang tak sanggup berbicara, berbicara
Aku bersuara agar yang diam, tak sanggup lagi berdiam

Masa berdiam dan bercerita telah menempati tempatnya
walau prasangka bilang aku bersuara dalam diam
dan aku diam dalam bercerita
semua untuk diam yang diam dan suara yang bercerita

agar tak ada yang terkhianati
tersakiti dengan diam dan cerita
biar semua pada tempatnya
dan suatu saat aku akan diam dan bercerita kembali

March 20, 2009

Me versus Me

Filed under: 1 — yuniara @ 10:38 am

Hehehhe.. sebenarnya mau ngasih tahu pengalaman ane tadi malem. Seharian my body’s not delicious. Pikiran bercabang2, ke tanah ke udara ke kanan ke kiri, ke segala arah. Maklum ini minggu ketiga ane menjadi wanita karir (kwkwkkwkwkwk), baru menikmati kesibukan pekerjaan di kantor. So, ladies n gentlemen, alhasil ane pulang cepet (yaa biz magrib-lah) meninggalkan segerombolan orang yang masih tersibukkan dengan kegiatan kantornya. Apa boleh buat, ane memberanikan diri untuk menempuh perjalanan dari daerah ITB ke daerah ITT (hehe…) sendirian, dengan kecepatan yang standar dan gaya mengendarai motor yang standar pula.

Hmmm.. pikiran tersibukkan dengan perlengkapan rumah tangga yang mulai menyusut, dan tiba2 rencana ke Griya segera ane susun, dan tancap gas ke sana. Fit X yang sudah hampir seminggu tidak tersentuh lap dan air pun ane parkirkan di salah satu slot yang kosong. Kemudian, dengan santai dan langkah gontai ane memasuki gerbang Griya dan tanpa memperdulikan Pak Satpam yang ada di deket gerbang. Segeralah ane berkejar dengan waktu, meraih kebutuhan yang akan ane boyong ke kosan (tentu setelah membayar). Tiba-tiba muncul perasaan aneh bin deg-deg-an. Yup, ane mendapati kunci motor ane sudah tidak ada di tempat yang seharusnya. Langsung saja ane ngacir ke tempat penitipan barang. KEcewa di sana, segera ane ngacir n ‘melabrak’ penjaga parkir. Setelah proses interogasi kepemilikan motor (hehe.. terjemahin sendiri :D ), ane dinyatakan berhak memboyong si Fit X. Alhamdulillah … Ternyata si kunci ane tinggal begitu saja di deket bagasi Fit X.Hehehehe… mungkin kondisi badan dah lemah, sampe gak konsen begitu…

Tapi Alhamdulillah, ane selamat sampai di kosan walo disambut oleh 2 ember pakaian yang harus dicuci :D

-The End-

Next Page »

Blog at WordPress.com.